LEARN SEJARAH. Belajar sejarah dan manfaat sejarah adalah membangkitkan semangat kesatuan.

Pengertian Riba Dalam Pandangan Islam Dan Contohnya

Loading...
Pengertian Riba Dalam Pandangan Islam Dan Contohnya - Jika dahulu mendengar istilah riba terasa asing. Namun kini seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim terhadap ajaran-ajaran Islam membuat istilah riba sudah tak aneh lagi. Riba adalah salah satu aktifitas yang dilarang dalam agama Islam. Baik itu memakannya maupun menggunakan transaksi riba. 

Pengertian Riba Dalam Pandangan Islam Dan Contohnya
Pengertian Riba Dalam Pandangan Islam Dan Contohnya
Masyarakat muslim di tanah air mulai meninggalkan transaksi riba dan cenderung mengidentikkan riba dengan bunga bank di perbankan konvensional. Sehingga untuk menghindarkan riba akibat bunga bank di bank konvensional bermunculanlah bank-bank syariah yang jauh dari praktek riba, gharar dan transaksi yang bertentangan dengan hukum Islam.

Pengertian Riba Dalam Pandangan Islam Dan Contohnya

Pengertian Riba
Pengertian Riba 
Secara bahasa, riba adalah tambahan. Sedangkan menurut ahli ulama yang terkenal, DR Yusuf Al Qardhawi bahwasanya riba adalah sebuah pinjaman yang di dalamnya terkandung persyaratan tambahan. 

Baca Juga : Pinjaman Uang Untuk Pelajar

Qadi Abu Bakar ibnu Al Arabi berpendapat definisi riba yaitu suatu kelebihan antara nilai benda yang diterima dengan nilai benda yang diberikan. Hal ini sama dengan pengertian secara umum bahwasanya riba adalah tambahan. Contohnya dalam soal pinjam meminjam maupun jenis transaksi lainnya yang memakai sistem tambahan.

Dasar Hukum Riba

Dasar Hukum Riba

Adapun hukum riba sudah sangat jelas adalah haram. Semua ulama sudah sepakat. Sebagaimana firman Allah SWT : “Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah pada Allah SWT dan hendaklah kalian meninggalkan sisa riba yang belum dipungut” (QS. Al Baqarah ayat 278). Allah SWT mengharamkan transaksi riba, memakan hasil riba, mencatat transaksi riba dan hal yang berkaitan dengan riba.
Allah SWT berfirman : “Dan dikarenakan mereka memakan riba, padahal sudah dilarang kepadanya, dan disebabkan mereka makan harta orang lain dengan cara yang batil. Kami menyiapkan untuk orang-orang kafir berupa siksaan yang sangat pedih’ (QS An Nisaa’ ayat 161).
Dari ayat di atas, sangat jelas bahwa memakan riba adalah haram. Dalam arti, apabila dikerjakan berdosa dan apabila ditinggalkan berpahala. Bagi mereka yang memakan harta riba diancam oleh Allah SWT dengan siksaan yang pedih di neraka. 

Pembagian Riba

macam macam riba dan pembagian riba
macam macam riba dan pembagian riba
Dalam soal pembagian riba, ada yang berpendapat bahwa riba terdiri dari dua jenis yakni :

1.Riba hutang piutang

Yang disebut juga riba Ad Duyun. Jenis riba ini telah ada sejak jaman jahiliyah sampai sekarang ini. Bentuknya, seseorang yang berhutang lalu ia harus membayar hutang melebihi hutang pokok. Disebabkan sang peminjam tak bisa membayar utang secara tepat waktu.  Penambahan utang kian besar apabila sang peminjam terus mengundurkan tempo dalam melunasi utang. Riba ini disebut juga dengan riba mudha’afah yang diharamkan dalam ajaran agama Islam. 

Baca Juga : Pengertian Akuntansi Secara Singkat, Fungsi dan Manfaatnya

Misalkan, si A meminjam uang sebesar Rp 1 juta kepaada si B dalam jangka waktu pengembalian selama 3 bulan. Kemudian setelah jatuh tempo, si B menagih utang kepada si A. Dikarenakan si A belum mempunyai uang maka ia meminta pengunduran waktu dalam pengembalian utang sekitar dua bulan lagi. Lalu si B menyetujui dan memberikan syarat tambahan bahwa utang yang harus dibayarnya menjadi Rp 1,1 juta disebabkan pengunduran tempo. 

2.Riba dalam jual beli

Riba dalam jual beli ini terjadi disebabkan terdapat tambahan, perubahan atau perbedaan antara barang yang diserahkan sekarang dengan benda yang telah diserahkan pada masa lalu. Misalkan, si A membeli emas sebanyak 5 gram. Namun, di bulan depan uangnya baru dibayarkan. Ini termasuk jenis riba dalam jual beli disebabkan harga emas sekarang berbeda dengan harga emas di bulan depan. Mengingat harga emas bisa mengalami penurunan atau kenaikan setiap hari.

Bahaya Riba

bahaya riba
bahaya riba
Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. Dalam arti, memakan hasil riba termasuk kategori dosa besar. Berikut ini bahaya akibat memakan harta riba, antara lain :

1.Hartanya tak berkah dan dijamin akan dimusnahkan oleh Allah SWT
Sebagaimana firman-Nya : “Allah SWT akan memusnahkan riba. Dan akan menyuburkan sedekah” (QS Al Baqarah ayat 276). Dalam pengertian, harta hasil pungut riba akan menjauhkan seseorang dari Allah SWT dan cepat habis. Sebaliknya, harta yang diberkahi akan mendekatkan diri dan keluarganya kepada Allah SWT.
2.Dibangkitkan dalam keadaan gila
Siksaan bagi orang yang suka memakan harta riba bukan hanya akan didapatkan di akhirat tapi di dunia juga sudah ditimpakan azabnya. Sebagaimana sabda Nabi SAW :”Hendaklah kalian menjauhkan dari beberapa dosa yang tak terampuni. Salah satunya makan riba. Barangsiapa yang suka makan harta riba maka ia akan dibangkitkan di hari kiamat dalam posisi terhuyung-huyung gila.” (HR Thabrani).
3.Dimasukkan ke dalam api neraka yang abadi
Sebagaimana firman Allah SWT : “Adapun orang-orang yang sudah tiba padanya sebuah larangan dari Tuhannya. Kemudian mereka berhenti dari memakan harta riba maka baginya apa yang sudah diambil sebelum tiba larangan  adalah urusan Allah. Sedangkan bagi orang yang terus menerus memakan harta riba maka mereka adalah penghuni neraka. Dan mereka abadi berada di dalamnya.” (QS.Al Baqarah ayat 275).
Itulah pengertian riba dalam pandangan Islam dan contohnya dilengkapi dengan dasar hukum, pembagian dan bahayanya. Mudah-mudahan anda bisa terhindar dari riba. Amin.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian Riba Dalam Pandangan Islam Dan Contohnya

0 komentar: