LEARN SEJARAH. Belajar sejarah dan manfaat sejarah adalah membangkitkan semangat kesatuan.

Pengertian Kelompok Sosial : Contoh dan Ciri Kelompok Sosial Lengkap

Pengertian Kelompok Sosial - Haloo.. guys kali ini saya sebagai admin akan membahas sebuah materi yang berjudul pengertian kelompok sosial. Tak lupa saya berikan juga mengenai materi contoh beserta ciri kelompok sosial. Menarik bukan? Simak sampai bawah ya...

Dalam temuan sosiologi, kita mengenal ada Kelompok Sosial. Materi tentang kelompok sosial erat hubungannya dengan sifat manusia sebagai makhluk sosial. 

Manusia disamping berinteraksi sosial, juga membentuk kelompok kelompok sosial demi memenuhi kepentingan atau tujuannya masing-masing. Lebih lanjut, berikut ini terkandung pembahasan tentang pengertian kelompok sosial, fungsi kelompok sosial, ciri kelompok sosial seeta macam -macam kelompok sosial.

Oke.. buat lebih jelasnya, berikut ini akan dijelaskan pengertian alih alih pengertian kelompok sosial.


pengertian kelompok sosial
pengertian kelompok sosial


Pengertian Kelompok Sosial Secara Lengkap

Kelompok sosial ialah merupakan sekumpulan atau sekelompok orang yang adanya di masyarakat serta mempunyai kesadaran bersama akan keanggotaan serta saling berinteraksi satu setara lain, dan kebiasaannya mempunyai suatu kesuakaan yang setara (hobbi, pekerjaan, aktivitas, fans dsb). 

Kelompok ditemukan oleh partisipan masyarakat. Kelompok juga bisa memberi efek sikap para anggotanya. 

Kelompok sosial ialah kumpulan manusia yang mempunyai kesadaran bersama akan keanggotaan serta saling berinteraksi[1]. Kelompok ditemukan oleh partisipan masyarakat. Kelompok juga bisa memengaruhi sikap para anggotanya 


Manusia merupakan makhluk individu, namun dan merupakan juga juga makhluk sosial. Karenanya, manusia hidup tak akan dapat lepas dari kaitan dengan manusia lainnya. kaitan itu setelah itu akan membentuk interaksi antara individu-individu (manusia). Dari interaksi inilah terbentuk kelompok kelompok sosial yang didasari ada kepentingan bersama.

Pengertian kelompok sendiri ialah kumpulan individu yang berinteraksi satu setara lain, yang memiliki job yang berhubungan, dan berinteraksi.

Sedangkan pengertian kelompok sosial ialah kumpulan dari individu-individu yang mempunyai pola sikap terdefinisi jelas serta berinteraksi saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, sehingga diantara mereka muncul perasaan bersama dan memiliki kaitan yang erat. 

Kumpulan dari individu-individu ini hidup secara bersama serta memiliki kaitan yang sifatnya timbal balik. disamping itu, mereka juga mempunyai kesadaran akan keanggotaannya. 

Individu yang tergabung di dalam kelompok sosial secara umum terkandung kesamaan kegiatan umum, interaksi, serta juga memiliki perasaan buat membentuk keseluruhan yang terorganisir.

Dari penjabaran di atas, bisa ditarik hipotesa jikalau kelompok sosial ialah suatu kumpulan individu yang beraktivitas, saling tolong-menolong, berinteraksi satu setara lain dan mempunyai kaitan yang erat secara timbal balik (saling berketergantungan), serta masing -masing individunya sesegera mungkin mempunyai kesadaran bersama akan keanggotaannya.


Pengertian Kelompok Sosial Menurut Para Ahli


Berikut ini ialah pengertian kelompok sosial menurut para ahli :

1. Menurut Soerjono Soekanto
Pengertian dari Kelompok sosial ialah himpunan atau kesatuan kesatuan manusia yang hidup bersama pasal saling berkaitan di antara mereka secara timbal balik serta saling mempengaruhi. 
2. Menurut  Paul B. Horton serta Chester L Hunt
Istilah kelompok sosial diartikan sebagai kumpulan manusia yang mempunyai kesadaran akan keanggotannya serta saling berinteraksi 
3. Menurut  George Homans
Kelompok ialah kumpulan individu yang melaksanakan kegiatan, interaksi, serta mempunyai perasaan buat membentuk suatu keseluruhan yang terorganisasi serta berkaitan timbal balik.
4. Menurut  wikipedia, kelompok sosial ialah dalah kumpulan manusia yang mempunyai kesadaran bersama akan keanggotaan serta saling berinteraksi


Contoh-contoh Kelompok Sosial

Berikut ini adanya sebagian misal kelompok sosial yang adanya di masyarakat, apabila anda diminta mengatakan misal kelompok sosial yang adanya di masyarakat, sebagusnya anda kasih tambahan berbentuk daerahnya, contoh saja kelompok sosial ibu ibu pkk, anda tambah tu, jadi kelompok sosial ibu ibu pkk desa anda. 

Sehingga lebih jelas, begitu juga dengan misal yang lainnya. serta yang aku sebutkan di bawah ini hanyalah misal serta cuma fiktif belaka, di dunia nyata aku nggak tau komunitasnya adanya atau nggak : 

  • Kelompok Sepeda Onthel Yogyakarta
  • Komunitas Pecinta Google
  • Fatinistic Yogyakarta (kelompok penggemar Fatin)
  • Remaja Masjid Al-Hikmah Sleman
  • Karang Taruna
  • Kelompok Ronda Malam Minggu
  • Kelompok Pecinta Ular
  • Kelompok Sosial Arisan ibu ibu Minggu Wage
  • Komunitas Pecinta Alam
  • Komunita Pedagang Jujur yang suka facebook
  • Ibu ibu PKK
  • Persatuan Ojek Desa Ular Panjang
  • Kelompok Futsal Ibu ibu
  • Komunitas Senam bugar Hari Minggu
  • Komunitas Pemuda Ganteng Banget
  • Komunitas Orang Gundul
  • Kelompok Sosial Peduli Bersam
  • Kelompok Relawan Dengan bahagia Hati
  • Kumpulan Pecinta Jangka Sorong
  • Dan lain Sebagainya

Ciri-ciri Kelompok Sosial

Menurut Soerjono Soekato, suatu himpunan manusia atau yang dikatan sebagai kelompok sosial mempunyai ciri kelompok sosial kurang lebih sebagai berikut :

  • Setiap partisipan kelompok sesegera mungkin mempunyai kesadaran jikalau ia adalah beberapa dari kelompok yang bersangkutan 
  • Adanya kaitan timbal balik antara partisipan yang satu dengan partisipan yang lainnya 
  • Ada suatu factor yang dimiliki bersama, sehingga kaitan antara mereka bertambah erat, misalnya: nasib yang sama, kepentingan yang sama, sasaran yang sama, ideologi politik yang sama, serta lain-lain 
  • Berstruktur, berkaidah, serta memiliki pola perilaku 
  • Bersistem serta berproses 
  • Memiliki struktur sosial sehingga kelangsungan hidup kelompok bergantung terhadap kesungguhan anggotannya dalam melakukan perannya
  • Memiliki norma-norma yang memanage kaitan diantara para anggotanya
  • Memiliki kepentingan bersama 


Fungsi Kelompok Sosial

Fungsi kelompok sosial bisa ditinjau didasarkan dampaknya. Adapun fungsi kelompok sosial tersebut dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Fungsi kelompok formal
Yakni sebagai sarana mengerjakan tugas-tugas susah yang saling berhubungan serta sukar dikerjakan secara individu, sebagai sarana mencetuskan pikiran-pikiran baru atau sebagai pemecahan problem yang memerlukan kreativitas tertentu, serta juga sebagai wahana sosialisasi dan pelaksanaan keputusan yang susah ditentukan 
2. Fungsi kelompok individual
Ini ialah guna kelompok yang berhubungan terhadap setiap - setiap individu yang mempunyai beraneka macam kebutuha. Dari kelompok inilah individu tersebut bisa memenuhi kebutuhan, layaknya meliputi pemenuhan keperluan persahabatan, dukungan, serta kasih sayang. 

Fungsi lain ialah sebagai sarana pengembangan, pertumbuhan dan penegasan rasa menegaskan rasa identitas serta pemeliharaan harga diri, sebagai sarana menguji kenyataan sosial melewati diskusi yamg dilaksanakan dengan orang lain, pengembangan diri dari segi perspektif, serta konsensus bersama demi kurangi keragu-raguan dalam lingkungan sosial supaya bisa diambil keputusan yang baik serta menguntungkan .

Fungsi kelompok sosial lain juga dapat dilihat secara umum. Berikut fungsi kelompok sosial secara umum : 

  • Meningkatkan semangat serta produktivitas di dalam berkelompok
  • Meningkatkan rasa percaya diri pasal ada perasaan memiliki tempat bernaung
  • Membentuk kerjasama yang baik buat bisa mengerjakan sesuatu tujuan
  • Mempunyai tempat buat bercerita, berkeluh kesah, serta mencurahkan perasaan atau isi hatinya
  • Menjadi sarana bertukar pikiran serta berdiskusi mengenai aneka tema yang hendak didiskusikan bersama
  • Menjadi wadah pemersatu sekalipun individu -individu mempunyai perbedaan latar belakang
  • Meningkatkan interpersonal skill, terutama buat berinteraksi serta mengambil perlakuan yang berhubungan dengan orang lain atau orang banyak 

Macam - Macam Kelompok Sosial

Macam kelompok sosial didasarkan terhadap adanya tidaknya organisasi kaitan sosial antara kelompok, serta kesadaran, yaitu;

1. Kelompok Statis
Adalah kelompok yang bukan organisasi, tak terkandung kaitan sosial serta kesadaran jenis di antara individu dalam kelompkok tersebut. misal : kelompok warga anak serta remaja berumur 5-19 tahun di sesuatu desa
2. Kelompok Kemasyarakatan
Adalah kelompok yang dindalamnya terkandung persamaan tapi tak memiliki organisasi serta kaitan sosial di antara anggotanya 
3. Kelompok Sosial
Adalah kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berkaitan satu setara lain, akan tapi tak terikat dalam suatu ikatan organisasi. Contoh: kelompok pertemuan, ikatan alumni, organisasi mahasiswa
4. Kelompok Asosiasi
Adalah kelompok yang anggotanya memlunyai kesadaran jenis serta persamaan kepentingan pribadi dan kepentingan bersama. misal : negara, universitas, perusahaan-perusahaan tertentu 

Macam kelompok didasarkan interaksi sosial, yaitu:

1. Kelompok Primer
Adalah kelompok yang di dalamnya berlangsung interaksi sosial, anggota- anggotanya saling mengenal secara dekat serta berkaitan erat di dalam kehidupan, atau bila rujukan oleh Goerge Homan, kelompok primer ialah sebanyak orang yang terdiri dari sebagian orang yang seringkali berkomunikasi satu dengan lainnya sehingga tiap orang dapat berkomunikasi secara langsung (bertatap muka) dengan tidak perantara. Contoh: keluarga, RT, kawan sepermainan, kelompok agama, serta lain-lain.
2. Kelompok Sekunder
Merupakan sekelompok individu yang di dalamnya berlangsung interaksi sosial yang tak secara langsung, secara berjauhan serta ikatannya kurang erat. Sehingga kaitan ini lebih bersifat objektif. misal : partai politik, himpunan serikat kerja serta sebagainya
3. Kelompok Formal
Merupakan kelompok yang di dalamnya terkandung peraturan layaknya Anggaran basis (AD) serta Anggaran Rumah Tangga (ART) yang kebiasaannya dikatakan AD/ART. Kelompok ini memiliki peranan (hierarki), pembagian kerja jelas serta terstruktur. misal : organisasi mahasiswa, organisasi kepemerintahan, perusahaan yang mempunyai AD/ART, OSIS, serta lainnya.
4. Kelompok Informal
Merupakan kelompok yang terbentuknya melewati sistem interaksi yang dilaksanakan berulang kali, terkandung daya tarik, serta keperluan individu. Individu yang adanya dalam kelompok ini kebiasaannya tak memiliki strukturisasi serta peran yang baik dalam keanggotaan kelompok sosial tersebut. Tugas masing-masing individu cuma dibagi berdasa kekeluargaan serta perasaan simpati. Contoh: kelompok arisan, persatuan ibu rumah tangga.

Macam Kelompok Sosial didasarkan solidaritas yang terbentuk antar anggota, yaitu:

1. Solidaritas Organik
Merupakan solidaritas yang sifatmya mengikat masyarakat yang kompleks serta sudah mengenal ada pembagian kerja teratur sehingga para anggotanha sudah disatukan dari ada rasa saling ketergantungan antaranggota. Peranan serta struktur yang terbentuk di dalamnya juga telah jelas.
2. Solidaritas Mekanik
Merupakan solidaritas yang timbul terhadap individu -individu dalam kolompok yang sifanya masih sederhana sederhana serta diikat oleh rasa kesadaran yang belum menyeluruh dan belum mengenal ada pembagian kerja di antara para partisipan kelompoknya. Peranan serta struktur yang terbentuk pun juga belum begitu jelas.

Macam Kelompok Sosial didasarkan ikatan dalam kelompok, yaitu:

1. Paguyuban
Paguyuban juga diketahui sebagai gemeinschaft. Ini ialah kelompok sosial yang terkandung ikatan erat, mesra serta harmonis antar anggtanya. Mereka mempunyai ikatan batin, serta kaitan yang terjadi ini bersifat informal.

Adapun Ciri Paguyuban yaitu:

  • Intimate, kaitan menyeluruh serta mesra
  • Private, kaitan yang sifatnya pribadi serta dengan cakupan yangbtidak rerlalu luas
  • Exclusive, kaitan cuma buat “kita”, serta tak diantaranya orang yang adanya di luar ”kita” 
Contoh: ikatan kumpulan pembelajar yang berasal dari kota yang sama, keluarga, RT, RW, Partai politik berlatar belakangkan agama 


2. Patembayan
Patembayan juga diketahui dengan sebutan gesellschaft, yakni kelompok sosial atau kehidupan publik yang cuma bersifat sedangkan serta semu. Bentuk kelompok ini lebih kerap terkandung dalam kaitan atau ikatan perjanjian berdasar terhadap ikatan timbal balik. misal : ikatan antar pedagang, organisasi dalam sesuatu industri ataupun pabrik 

Macam Kelompok Sosial didasarkan identifikasi diri, yaitu:

1. In-Group
Merupakan Kelompok sosial dengan partisipan individu yang mengidentifikasikan pribadinya dengan kelompok sosialnya. Sifat-sifat ingroup lazimnya didasarkan ada factor rasa simpati , serta senantiasa memiliki perasaan yang dekat dengan anggota-anggota dalam kelompok. Contohnya: kumpulan guru 
2. Out-Group
Merupakan Kelompok sosial yang oleh individu di dalamnya diartikan sebagai lawan in-group-nya. Sifat outgroup ini lazimnya senantiasa ditandai ada sifat kelainan yang berwujud antagonisme serta antipati sehingga terkandung hubungan erat dengan istilah kami, kita serta mereka. misal : kami ialah guru, sementara mereka ialah dosen. Kami ialah polisi serta mereka ialah tentara 

Macam Kelompok Sosial didasarkan kaitan antar individu, yaitu:

1. Kelompok primer (primary group)
Merupakan kelompok sosial yang para anggotanya memiliki perasaan kebersamaan serta saling mengenal dekat, akrab, erat, serta intensif. partisipan kelompok kerap bertatap muka serta berdialog, sehingga lebih akrab seperti keluarga. Kelompok ini juga diken dengan sebutam kelompok “face to face” 
Kelompok primer tak mengenal pembagian tugas secara terpaksa, sehingga pembagian peranan serta tugas dibagi berdasar terhadap rasa sukarela, simpati, serta kekeluargaan. misal : RT, RW, partisipan kelas siswa.


2. Kelompok sekunder (secondary group)
Merupakan kelompok yang di dalamnya terkandung kepentingan yang setara sehingga kerjasama berdasarkan terhadap jumlah untung rugi. partisipan kelompok sekunder mendapat serta memberikan tugas berdasar keahliannya dan mereka dituntut buat kerja secara maksimal supaya bisa mencapai target bersama. misal : partai politik, kumpulan organisasi seprofesi 

Faktor pembentuk Kelompok Sosial

Bergabung dengan sesuatu kelompok merupakan sebuah yang murni dari diri sendiri atau juga secara kebetulan. Misalnya, seseorang terlahir dalam keluarga terdefinisi jelas. Namun, adanya juga yang merupakan sesuatu choices. Dua factor utama yang tampaknya mengarahkan choices tersebut ialah kedekatan serta kesamaan :

Kedekatan

Pengaruh status kedekatan, atau kedekatan geografis, pada keterlibatan seseorang dalam sesuatu kelompok tak dapat diukur. Kita membentuk kelompok bermain dengan orang-orang di sekitar kita. Kita bergabung dengan kelompok aktivitas sosial lokal. 

Kelompok tersusun atas individu-individu yang saling berinteraksi. makin dekat jarak geografis antara dua orang, makin bisa jadi mereka saling melihat, berbicara, serta bersosialisasi. Singkatnya, kedekatan fisik menaikkan peluang interaksi serta bentuk aktivitas bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial. Jadi, kedekatan menumbuhkan interaksi, yang memainkan peranan serius pada terbentuknya kelompok pertemanan.


Pembentukan norma kelompok

Perilaku kelompok, sebagaimana seluruh sikap sosial, amat dipicu oleh norma-norma yang berlaku dalam kelompok itu. Sebagaimana dalam dunia sosial terhadap umumnya, aktivitas dalam kelompok tak timbul secara acak. tiap kelompok mempunyai suatu perhatian mengenai sikap mana yang dikata pantas buat dijalankan para anggotanya, serta norma-norma ini mengarahkan interaksi kelompok.

Norma timbul melewati sistem interaksi yang perlahan-lahan di antara partisipan kelompok. terhadap saat seseorang berprilaku terdefinisi jelas pihak lain menilai kepantasasn atau ketidakpantasan sikap tersebut, atau memberi advice sikap alternatif (langsung atau tak langsung). Norma terbetnuk dari sistem akumulatif interaksi kelompok. Jadi, ketika seseorang masuk ke dalam sesuatu kelompok, perlahan-lahan akan terbentuk norma, yaitu norma kelompok.

Lembaga Kelompok Sosial

Dalam sosiologi, lembaga merupakan suatu proses norma buat mencapai sasaran terdefinisi jelas yang oleh masyarakat dikata penting. proses norma tersebut mencakup gagasan, aturan, tata metode kegiatan, serta ketentuan sanksi.

Lembaga sosial terbentuk dari norma-norma yang hidup dimasyarakat. Norma-norma tersebut merasakan pelembagaan, yaitu sistem menjadi area dari dari kehidupan masyarakat sehingga dikenal, diakui, dihargai, serta ditaati. sehabis sistem pelembagaan , terjadi internalisasi, yaitu sistem penyerapan norma-norma oleh masyarakat sehinngga norma-norma atau sudah berakar sebagai pedoman metode berfikir, bersikap, berprilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Lembaga sosial memiliki fungsi sebagai berikut :
  • Menjaga ketentuan masyarakat 
  • Memberikan pedoman terhadap partisipan masyarakat kaya gimana 
  • Bertingkah laku atau bersikap dalam melawan masalah-masalah dalam masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan-kebutuhan manusia
  • Memberikan pegangan kepada masyarakat buat mengadakan proses pengendalian sosial pada tingkah laku anggota-anggotanya.

Lembaga pemerintahan saat ini

Lembaga tinggi negara

  • Kementerian negara
  • Lembaga pemerintah nonkementerian
  • Lembaga nonstruktural
  • Lembaga struktural di bawah kementerian negara. 
  • Lembaga pemerintahan yang sudah dibubarkan

Lembaga tinggi negara
  • Kementerian negara
  • Lembaga Pemerintah Non Departemen

Lembaga nonstruktural Organisasi sosial

Organisasi sosial ialah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum ataupun yang tak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa serta negara. Sebagai makhluk yang senantiasa hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial buat mencapai tujuan-tujuan terdefinisi jelas yang tak bisa mereka capai sendiri. didasarkan sifat resmi tidaknya, diketahui adanya dua jenis organisasi sebagai berikut :

Organisasi Formal

Organisasi formal sifatnya lebih teratur, memiliki struktur organisasi yang resmi, dan perencanaan serta program yang akan dilakukan secara jelas 
contohnya : OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), PSSI (Persatuan Sepak Bola semua Indonesia), LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), serta lain-lain 

Organisasi Informal

Karena sifatnya tak resmi, terhadap organisasi ini kadangkala struktur organisasi tak begitu jelas/bahkan tak adanya. Begitu juga dengan perencanaan serta program-program yang akan dilakukan tak dirumuskan secara jelas serta tegas, kadang-kadang berlangsung secara spontanitas.

Contohnya : kelompok pecinta puisi disekolah, fans club suatu Idol grup, serta lain sebagainya.

Nah itulah materi yang dapat saya sampaikan mengenai pengertian kelompok sosial semoga bisa bermanfaat bagi kamu semua yaa.

Yang kamu cari :

pengertian kelompok sosial menurut para ahli
pengertian kelompok sosial menurut mayor polak
pengertian kelompok sosial secara umum
pengertian kelompok sosial dan contohnya
jelaskan pengertian kelompok sosial menurut robert k merton

Sumber :

  • http://www.kitapunya.net/2014/02/pengertian-contoh-ciri-ciri-kelompok-sosial.html
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Kelompok_sosial
  • http://www.porosilmu.com/2017/04/pengertian-kelompok-sosial-fungsi-ciri.html
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian Kelompok Sosial : Contoh dan Ciri Kelompok Sosial Lengkap

0 komentar: