Pengertian Kalimat : Apa Itu Kalimat ?

Pengertian Kalimat - Halo, kali ini saya admin akan membagi dan memberikan ulasan atau materi tentang artikel pengertian kalimat. Taukah kalian mengenai apa itu kalimat ? Ulasannya akan kamu ketahui di bawah ini!

Tiap-tiap orang yang dapat membaca, menulis maupun bicara tentu tahu dengan arti yang satu ini. Dalam tiga kesibukan ini, kalimat adalah bahan maupun pokok paling utama yang dipakai. Tanpa ada kalimat tiga kesibukan diatas akan tidak dapat ditangani maupun dikerjakan. 

Walau dipakai sehari-hari, walau demikian umumnya orang tidak ketahui makna kata kalimat tersebut. Bila di tanya tentang defenisi maupun pengertian kalimat, tentu beberapa orang yg tidak bisa menjelasakkanya dengan benar. Lalu, apa sich sesungguhnya kalimat itu?

Kenalkah anda apakah yang dimaksud dengan kalimat ??? bila anda belum mengetahuinya anda tepat sekali mengunjungi website kami. Pasal disini akan mengulas mengenai pengertian kalimat, ciri-ciri kalimat, unsur-unsur kalimat, struktur kalimat, serta jenis-jenis kalimat beserta misalnya secara lengkap. Oleh pasal itu marilah simak ulasan yang adanya dibawah berikut ini.

pengertian kalimat
PENGERTIAN KALIMAT


Pengertian Kalimat Secara Lengkap

Pengertian kalimat ialah gabungan kata atau pun frasa kata yang disusun dengan mengikuti pola penyusunan terdefinisi jelas sehingga mempunyai arti atau pun makna. sesuatu kalimat sesegera mungkin tersusun setidaknya oleh dua kata atau pun dua frasa kata yaitu satu kata subjek serta satu kata predikat. disamping itu, sesuatu kalimat juga sesegera mungkin mempunyai arti atau pun makna tertentu.

Menurut Susilo (1990), frasa kata atau pun gabungan kata cuma bisa digolongkan ke dalam kalimat apabila memenuhi 5 ciri kalimat yaitu mempunyai makna, disusun dengan mengikuti kaidan penyusunan tertentu, bisa berdiri sendiri (tidak tergantung dengan kalimat lain), mempunyai jeda, serta diakhiri dengan sesuatu intonasi.

Kridalaksana berpendapat jikalau kalimat merupakan satuan gagasan yang relatif berdiri sendiri, mempunyai ciri utama berbentuk intonasi final serta secara aktual ataupun potensial terdiri dari klausa. Keraf berikan definisi kalimat sebagai satu area ujaran yang didahului serta diikuti oleh kesenyapan, sementara intonasinya tunjukkan jikalau area ujaran itu telah lengkap. rujukan oleh Alwi kalimat merupakan satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh.

Dari pengertian-pengertian tersebut bisa disimpulkan jikalau Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan ataupun tulisan yang terangkai buat mengungkapkan suatu pemikiran yang utuh layaknya gagasan, perasaan ataupun pemikiran. Dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kalipat serta diakhiri dengan titik (),. gejala tanya (?) ataupun gejala seru (!). 

Kalimat lazimnya berbentuk kelompok kata yang sekurang-kurangnya memiliki unsur subjek (S) serta predikat (S). Dalam wujud lisan kalimat diawali kesenyapan, diiringi alunan titinada, disela oleh jeda, diakhiri oleh intonasi finaldan diiringi dengan kesenyapan akhir. Kesenyapan digambarkan sebagai ruang kosong saat memulai ataupun mengakhiri kalimat.

Pengertian Kalimat Menurut Wikipedia

Kalimat ialah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan ataupun tulisan yang mengungkapkan pikiran secara utuh. Dalam wujud lisan kalimat diungkapkan dengan suara yang naik serta turun, tidak kuat serta lembut, disela dengan jeda, serta diakhiri dengan intonasi. sementara dalam wujud tertulis kalimat diawali dengan huruf kapital serta di akhiri dengan tanda titik, tanda tanya serta tanda seru.


Pengertian Kalimat : Jenis - Jenis Kalimat

Menurut Pengucapannya :
  • Kalimat Langsung – adalah jenis kalimat yang dengan langsung disampaikan oleh seorang. Dalam penulisannya kalimat langsung umumnya dibubuhi dengan tanpa ada petik pembuka serta sinyal petik penutup. 
  • Kalimat Tidak Langsung – adalah jenis kalimat yang berbentuk saduran maupun penceritaan kembali apa yang sudah disampaikan oleh orang yang lain (kalimat langsung). 
Menurut Jumlah Frasa 
  • Kalimat Tunggal – adalah jenis kalimat yang yang cuma terbagi dalam subyek serta predikat saja. Kalimat tunggal umumnya cuma mempunyai satu alur, seperti Gading tengah membaca. 
  • Kalimat Majemuk Setara – adalah jenis kalimat yang terbagi dalam sebagian kalimat basic yang mempunyai kedudukan yang sama dengan. Kalimat majemuk umumnya disusun dari sebagian kalimat tunggal, seperti Gading tengah membaca buku Bhs Indonesia. 
  • Kalimat Majemuk Bertingkat – adalah jenis kalimat majemuk yang terdiri atas dua atau lebih susunan kalimat tunggal yang mempunyai kedudukan yang berlainan. 
  • Kalimat Majemuk Kombinasi – adalah jenis kalimat yang disusun atas paduan kalimat majemuk sama dengan kalimat manjemuk bertingkat. 
Menurut Peranannya 
  • Kalimat Pernyataan – adalah jenis kalimat yang dipakai untuk menyebutkan suatu hal/maksud 
  • Kalimat Berita – adalah jenis kalimat yang dipakai untuk bercerita suatu hal pada seorang. 
  • Kalimat Perintah – adalah jenis kalimat yang dipakai untuk memberi perintah pada seorang 
  • Kalimat Bertanya – adalah jenis kalimat yang dipakai untuk bertanya suatu hal pada seorang. 
  • Kalimat Seruan – adalah jenis kalimat yang dipakai untuk memberi seruan pada seseroang.

Ciri-Ciri Kalimat

  1. Sebagai satuan bahasa atau satuan gramatikal;
  2. Terdiri atas satu kata atau lebih (tidak terbatas)/terdiri atas klausa;
  3. Secara relatif bisa berdiri sendiri;
  4. Mempunyai atau mengandung pikiran yang lengkap;
  5. Memiliki pola intonasi akhir;
Dalam konvensi tulis, ditandai oleh awal huruf capital serta diakhiri gejala baca (tanda titik buat kalimat deklaratif, gejala tanya buat kalimat interogatif, serta gejala seru buat kalimat interjektif).

Unsur-Unsur Kalimat

Unsur unsur pembentuk kalimat terdiri dari satuan kata serta adanya pula yang berbentuk kelompok kata. Kelompok kata dapat berbentuk frase atau klausa. Klausa merupakan kelompok kata yang tak melebihi guna kalimat serta masih mempertahankan makna aslinya layaknya bayi besar Berikut jenis dari unsur-unsur kalimat :

1. Subjek (S)
Subjek ialah Perihal yang serius dalam sesuatu kalimat sebagai unsur pokok yang mendampingi predikat. Fungsinya buat menandai apakah yang dinyatakan. Dengan ada gambaran subjek, kalimat yang dihasilkan dapat terpelihara strukturnya. contohnya : Saya, Lida, Rumah serta lain sebagainya 
2. Predikat (P)
Predikat secara khusus memaparkan atau menggambarkan sesuatu keterangan subjek. guna predikat dapat dicari dengan bertanya mengapa. Predikat dapat berbentuk sifat, situasi, status, ciri atau jati diri subjek 
3. Objek (O)
Objek menunjuk kepada sasaran kalimat atau kepada apakah kalimat itu ditujukan. Objek cuma memiliki tempat dibelakang predikat. Atau lebih jelasnya buat melengkapi guna predikat. guna objek dapat berubah menjadi subjek dampak pemasifan kalimat 
4. Pelengkap (Pel)
Pelengkap memiliki guna buat melengkapi predikat. setara halnya dengan objek, tapi guna yang satu ini tak memiliki guna khusus terhadap saat pemasifan kalimat 
5. Keterangan (K)
Keterangan digunakan sebagi unsur peluasan kalimat yang memaparkan lebih terperinci apakah yang dimaksud oleh kalimat. Keterangan dapat ditandai dengan kemampuannya buat berpindah-pindah tempat. Keterangan memiliki sebagian jenis layaknya keterangan waktu, keterangan cara, keterangan penyebab, keterangan tujuan, keterangan aposisi (penjelasan kata benda), keterangan tambahan, keterangan pewatas (pembatas kata benda), keterangan penyerta, keterangan alat, keterangan similatif (kesetaraan), keterangan kesalingan (perbuatan silih berganti) serta lainnya

Struktur Kalimat

Semua kalimat yang kita pakai berasal dari sebagian struktur maupun pola kalimat basis saja. Sesuai dengan keperluan kita masing-masing, kalimat basis tersebut dapat dimantapkan didasarkan kaidah yang berlaku. Pola basis kalimat bahasa Indonesia yaitu sebagai berikut :

1. Kalimat basis berpola S P

Kalimat basis serupa dengan ini cuma memiliki unsur subjek serta predikat. Predikatnya dapat berbentuk kata kerja, kata benda, kata sifat, maupun kata bilangan 

Contohnya :

Mobil itu besar 
S               P

2. Kalimat basis berpola S P O

Pola kalimat ini kerap kali digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Unsurnya adanya subjek predikat serta objek 

Contohnya :

Ari mengemudikan mobil 
S P O


3. Kalimat basis berpola S P Pel

Contohnya :

Keluarganya pergi liburan S P Pel


4. Kalimat basis berpola S P O Pel

Contoh :

Supir bus mengemudikan busnya sembarangan S P O Pel


5. Kalimat basis berpola S P K

Contoh :

Andi menjahit tadi pagi S P K


6. Kalimat basis berpola S P O K

Contoh :

Indah merapikan kamarnya seminggu lalu S P O K


Penjelasan S P O K

1. Predikat (P)
Predikat dalam perhatian aliran struktural dikata unsur yang paling serius serta merupakan inti kalimat. Predikat dalam bahasa Indonesia dapat berwujud kata atau frasa verbal, adjektival, nominal, numeral, serta preposisional Perhatikan sebagian misal kalimat di bawah ini:
  • Yasmina duduk-duduk di ruang tamu 
  • Anda serta aku tak sesegera mungkin pergi sekarang 
  • Letusan Gunung Merapi keras sekali 
  • Makanan itu mahal 
  • Ayah aku guru bahasa Indonesia 
  • Anda guru?
  • Anak kami tiga 
  • Peserta audisi itu puluhan ribu orang 
  • Dia dari Medan
  • Pak Nurdin ke Saudi 
Pada sepuluh kalimat di atas, terkandung area yang dicetak miring. adanya yang berupa kata ataupun frasa (lebih dari satu kata). Kata atau frasa yang dicetak miring tersebut berfungsi sebagai predikat Kalimat a serta b ialah misal kalimat dengan predikat berkatagori verbal, dikatakan kalimat verbal. 

Kalimat c serta d ialah misal kalimat dengan predikat berkatagori adjektival, dikatakan kalimat adjektival. Kalimat e serta f ialah misal kalimat dengan predikat berkatagori nominal, dikatakan kalimat nominal. Kalimat g serta h ialah misal kalimat dengan predikat berkatagori numeral, dikatakan kalimat numeral. Kalimat i serta j ialah misal kalimat dengan predikat berkatagori preposisional, dikatakan kalimat preposisional.


2. Subjek (S)
Disamping predikat, kalimat lazimnya memiliki unsur yang berfungsi sebagai subjek. Dalam pola kalimat bahasa Indonesia, subjek kebiasaannya berada sebelum predikat, kecuali jenis kalimat inversi. Subjek lazimnya berwujud nomina, tapi terhadap kalimat-kalimat tertentu, katagori lain dapat juga mengisi kedudukan subjek Pada sepuluh misal kalimat di atas, kata atau frasa Yasmina, Anda serta saya, letusan Gunung Merapi, makanan itu, ayah saya, anak kami, peserta audisi itu, dia, serta Pak Nurdin berfungsi sebagai subjek. Subjek yang tak berbentuk nomina, dapat diciptakan terhadap misal kalimat layaknya ini:
  1. Merokok merupakan perbuatan mubazir  
  2. Berwudlu atau bertayamum sesegera mungkin dilaksanakan sebelum sholat 
  3. Tiga ialah sesuatu angka 
  4. Sakit dapat dihadapi seluruh orang 

3. Objek (O)
Objek bukan unsur wajib dalam kalimat. Keberadaanya lazimnya berada sehabis predikat yang berkatagori verbal transitif. Objek terhadap kalimat aktif akan berubah menjadi subjek bila kalimatnya dipasifkan. Demikian pula, objek terhadap kalimat pasif akan menjadi subjek bila kalimatnya dijadikan kalimat aktif. Objek lazimnya berkatagori nomina Berikut misal objek dalam kalimat:
a. Dr. Ammar memanggil suster Ane 
b. Adik dibelikan ayah sesuatu buku 
c. Kami sudah memicarakan Perihal itu

Suster ane, ayah, sesuatu buku, serta Perihal itu terhadap tiga kalimat di atas ialah misal objek. Khusus terhadap kalimat b. terkandung dua objek yaitu ayah (objek 1) serta sesuatu buku (objek 2)


4. Pelengkap (PEL)
Pelengkap atau komplemen serupa dengan objek. Perbedaan pelengkap dengan objek ialah ketidakmampuannya menjadi subjek bila kalimatnya yang semula aktif dijadikan pasif. Perhatikan kata-kata yang dicetak miring terhadap kalimat-kalimat di bawah ini. Kata-kata tersebut berfungsi sebagai pelengkap bukan objek Contoh:
a. Indonesia didasarkan Pancasila
b. Ardi ingin senantiasa berbuat kebaikan
c. Kaki Cecep tersandung batu 


5. Keterangan (K)
Unsur kalimat yang tak menempati subjek, predidkat, objek, ataupun pelengkap bisa diramalkan menempati guna keterangan. lain hal dengan O serta PEL. yang terhadap kalimat senantiasa berada dibelakang P, unsur yang berfungsi sebagai keterangan (K) dapat berada di depan S atau P Contoh:
  1. Di perpustakaan kami membaca buku itu 
  2. Kami membaca buku itu di perpustakaan
  3. Kami /di perpustakaan/ membaca buku itu 
  4. Tono mencabut paku dengan tang 
  5. Dengan tang Tono mencabut paku 
  6. Tono /dengan tang/ mencabut paku 

Pada enam kalimat di atas, tampak jikalau frasa di perpustakaan serta dengan tang yang berfungsi sebagai keterangan dapat ditempatkan di awal ataupun di akhir. Khusus bila ditempatkan antara S serta P, metode membacanya (intonasi) sesegera mungkin diganti sedemikian rupa (terutama jeda) supaya pemaknaan kalimat tak keliru.

Dilihat dari bentuknya, keterangan terhadap sesuatu kalimat dapat dikenali dari ada pemakaian preposisi serta konjungsi (di, ke, dari, kepada, sehingga, supaya, serta sejenisnya). Akan tetapi, tak seluruh keterangan berciri demikian, adanya pula keterangan yang berupa kata, layaknya terhadap misal berikut:

a. Kami sudah mengengoknya kemarin 
b. Tiga tahun kami sudah bekerja setara dengannya.

Ini juga berkaitan dengan : pengertian kalimat perintah, pengertian kalimat persuasif, pengertian kalimat pasif, pengertian kalimat penjelas, pengertian kalimat langsung, pengertian kalimat majemuk setara, pengertian kalimat majemuk bertingkat, pengertian kalimat tidak efektif, pengertian kalimat menurut para ahli.

Nah itulah merupakan pengertian kalimat yang bisa kami sampaikan. Sekian :)
Mungkin yang kamu cari :
contoh kalimat opinipengertian kalimat efektifcontoh kalimat generalisasipengertian kalimat majemukpengertian kalimat utamapengertian kalimat simplekspengertian kalimat definisipengertian kalimat komplekspengertian kalimat deskriptifpengertian kalimat persuasipengertian kalimat tunggalpengertian kalimat imperativepengertian kalimat imperatif
Post a Comment