Pengertian Etos Kerja Secara Rinci dan Lengkap

Pengertian Etos Kerja - Assalamualaikum... bagaimana nih kawan - kawan kabar nya? Kali ini saya akan berbagi mengenai pengertian etos kerja yang mana akan di bahas secara lengkap dan rinci etos kerja menurut islam dan etos kerja dalam hal lain. 

Nah, etos kerja ini sangat penting lho bagi kita semua, bahkan kunci dari kesuksesan kita sebagai orang yang bekerja. Mau tahu lebih jelas, simak sampai bawah ya...

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, etos adalah pandangan hidup yangg khas dari suatu golongan sosial. Jadi, pengertian Etos Kerja adalah semangat kerja yg menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok.

Nah, etos kerja sendiri dalam hal apapun memanglah sangat penting, karena pada hakekatnya seorang atau manusia adalah bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri dan orang lain.

Etos Kerja yang saya maksud dengan semangat 45 yang membara dan suatu keyakinan atau prinsip dalam bekerja adalah hal yang sangat baik dan patut di contoh.


pengertian etos kerja


Pengertian Etos Kerja Lengkap

Etos berarti pandangan hidup yang khas dari suatu golongan sosial. Etos berasal dari bahasa Yunani (etos) yang memberikan arti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu. Sikap ini tidak saja dimiliki oleh individu, tetapi juga oleh kelompok bahkan masyarakat. 

Dalam kamus besar bahasa Indonesia etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok. Kerja dalam arti pengertian luas adalah semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam Hal materi, intelektual dan fisik, maupun hal-hal yang berkaitan dengan keduniaan maupun keakhiratan.

Secara terminologis kata etos, mengalami perubahan makna yang meluas. Digunakan dalam tiga pengertian lain hal yaitu:
  1. Suatu aturan umum atau cara hidup. 
  2. Suatu tatanan aturan perilaku 
  3. Penyelidikan tentang jalan hidup dan seperangkat aturan tingkah laku. 
Dalam pengertian lain, etos dapat diartikan sebagai thumuhat yang berkehendak atau berkemauan yang disertai semangat yang tinggi dalam rangka mencapai cita-cita yang positif.

Etos dibentuk oleh berbagai kebiasaan, pengaruh, budaya serta sistem nilai yang diyakininya. Dari kata etos ini dikenal pula kata etika yang hampir mendekati pada pengertian akhlak atau nilai-nilai yang berkaitan dengan baik buruk moral sehingga dalam etos tersebut terkandung gairah atau semangat yang amat kuat untuk mengerjakan sesuati secara optimal lebih baik dan bahkan berupaya untuk mencapai nilai mutu kerja yang sesempurna mungkin.

Etos kerja adalah sikap yang muncul atas kehendak dan kesadaran sendiri yang didasari oleh sistem orientasi nilai budaya terhadap kerja (Sukardewi, 2013:3). Etos berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethos yang artinya sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu. sikap ini tidak saja dimiliki oleh individu, tetapi juga oleh kelompok bahkan masyarakat. Etos dibentuk oleh berbagai kebiasaan, pengaruh budaya, serta sistem nilai yang diyakininya (Tasmara, 2002:15).


Pengertian Etos Kerja Menurut Beberapa Sumber

Berikut beberapa pengertian etos kerja dari beberapa sumber:

Pengertian Etos Kerja Menurut Sinamo (2011:26), etos kerja adalah seperangkat perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai komitmen hitungan pada paradigma kerja yang integral.
Pengertian Etos Kerja Menurut Panji Anoraga (2001:29), etos kerja adalah pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja, oleh karena itu menimbulkan pandangan dan sikap yang menghargai kerja sebagai suatu yang luhur, sehingga diperlukan dorongan atau motivasi. 
Pengertian Etos Kerja Menurut Menurut Madjid (2000:410), etos kerja ialah karakteristik dan sikap, kebiasaan, serta kepercayaan dan seterusnya yang bersifat khusus tentang seseorang individu atau sekelompok manusia.

Ciri - Ciri Etos Kerja 

Seseorang yang memiliki etos kerja, akan terlihat pada sikap dan tingkah lakunya dalam bekerja. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri etos kerja:
  1. Kecanduan terhadap masa. Salah satu esensi dan hakikat dari etos kerja adalah cara seseorang menghayati, memahami, dan merasakan betapa berharganya masa. Dia sadar waktu adalah netral dan terus merayap dari detik ke detik dan dia pun sadar bahwa sedetik yang lalu tak akan pernah kembali kepadanya. 
  2. Memiliki moralitas yang bersih (ikhlas). Salah satu kompetensi moral yang dimiliki seorang yang berbudaya kerja adalah nilai keihklasan. karena ikhlas merupakan bentuk dari cinta, bentuk kasih sayang dan pelayanan dengan tak ikatan. sikap ikhlas bukan hanya output dari cara dirinya melayani, melainkan juga input atau masukan yang membentuk kepribadiannya didasarkan pada sikap yang bersih. 
  3. Memiliki kejujuran. Kejujuran pun tidak datang dari luar, tetapi bisikan kalbu yang terus menerus mengetuk dan membisikkan nilai moral yang luhur. Kejujuran bukanlah sebuah keterpaksaan, melainkan sebuah panggilan dari dalam sebuah keterkaitan mempunyai komitmen. Komitmen adalah keyakinan yang mengikat sedemikian kukuhnya sehingga terbelenggu seluruh hati nuraninya dan sehabis itu menggerakkan perilaku menuju arah terdefinisi jelas yang diyakininya. Dalam komitmen tergantung sebuah tekad, keyakinan, yang melahirkan bentuk vitalitas yang penuh gairah. 
  4. Kuat pendirian (konsisten). Konsisten adalah suatu kemampuan untuk bersikap taat asas, pantang menyerah, dan bisa mempertahankan prinsip walau sesegera bisa jadi berhadapan dengan resiko yang membahayakan dirinya. Mereka bisa mengendalikan diri dan mengelola emosinya secara efisien.



Cara Menumbuhkan Etos Kerja 

Setiap negara memiliki etos kerja masing-masing, Menurut Jansen H. Sinamo (2011) melalui bukunya 8 Etos Kerja Profesional menjelaskan cara menumbuhkan etos kerja sebagai berikut:

  1. Kerja sebagai rahmat (Aku bekerja tulus penuh rasa syukur) 
  2. Kerja adalah amanah (Aku bekerja penuh tanggung jawab). 
  3. Kerja adalah panggilan (Aku bekerja tuntas penuh integritas) 
  4. Kerja adalah aktualisasi (Aku bekerja keras penuh semangat). 
  5. Kerja adalah ibadah (Aku bekerja serius penuh kecintaan). 
  6. Kerja adalah seni (Aku bekerja cerdas penuh kreativitas). 
  7. Kerja adalah kehormatan (Aku bekerja penuh ketekunan dan keunggulan). 
  8. Kerja adalah pelayanan (Aku bekerja paripurna penuh kerendahan hati).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Etos Kerja 

Etos kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu yaitu (Anoraga, 2001:52):

  1. Agama. pada dasarnya agama merupakan suatu sistem nilai yang akan berikan pengaruh atau menentukan pola hidup para penganutnya. cara berpikir, bersikap dan bertindak seseorang jelas saja diwarnai oleh ajaran agama yang dianut jika seseorang sungguh-sungguh dalam kehidupan beragama. 
  2. Budaya. sikap mental, tekad, disiplin, dan semangat kerja masyarakat juga disebut sebagai etos budaya dan secara operasional etos budaya ini juga disebut sebagai etos kerja. nilai mutu etos kerja ini ditentukan oleh sistem orientasi nilai budaya masyarakat yang berkaitan Sosial Politik. Tinggi rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan dapat menikmati hasil kerja keras dengan penuh. 
  3. Kondisi Lingkungan/Geografis. Lingkungan alam yang mendukung berikan pengaruh manusia yang Berada di dalamnya melakukan usaha untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat, dan bahkan dapat mengundang pendatang untuk turut mencari penghidupan di lingkungan tersebut. 
  4. Pendidikan. Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan nilai mutu asal pati daya manusia. peningkatan asal pati daya manusia akan membuat seseorang mempunyai etos kerja keras. 
  5. Struktur Ekonomi. Tinggi rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur ekonomi, yang bisa memberikan insentif bagi anggota masyarakat untuk bekerja keras dan menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh. 
  6. Motivasi Intrinsik Individu. Individu yang akan memiliki etos kerja yang tinggi adalah individu yang bermotivasi tinggi. Etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap yang didasari oleh nilai-nilai yang diyakini seseorang.


Pengertian Etos Kerja Menurut Islam

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, etos adalah pandangan hidup yangg khas dari suatu golongan sosial. Jadi, pengertian Etos Kerja adalah semangat kerja yg menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok. 

Etos berasal dari bahasa Yunani yang berarti sesuatu yang diyakini, cara berbuat, sikap serta persepsi terhadap nilai bekerja.  
Etos Kerja Muslim dapat didefinisikan sebagai cara pandang yang diyakini seorang muslim bahwa bekerja tidak hanya bertujuan memuliakan diri, tetapi juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh dan mempunyai nilai ibadah yang luhur. 
Etos Kerja merupakan totalitas kepribadian diri serta cara mengekspresikan, memandang, meyakini, dan memberikan sesuatu yang bermakna, yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal (high performance). 

Etos Kerja Muslim didefenisikan sebagai sikap kepribadian yang melahirkan keyakinan yang sangat mendalam bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya, menampakkan kemanusiaannya, melainkan juga sebagai suatu manifestasi dari amal sholeh. 

Sehingga bekerja yang didasarkan pada prinsip-prinsip iman bukan saja menunjukkan fitrah seorang muslim, melainkan serta merupakan juga meninggikan martabat dirinya sebagai hamba Allah yang didera kerinduan untuk menjadikan dirinya sebagai sosok yang dapat dipercaya, menampilkan dirinya sebagai manusia yang amanah, menunjukkan sikap pengabdian sebagaimana firman Allah :
“Dan tidak aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”, (QS. adz-Dzaariyat : 56).
Bekerja adalah fitrah dan merupakan salah satu identitas manusia, sehingga bekerja yang didasarkan pada prinsip-prinsip iman tauhid, bukan saja menunjukkan fitrah seorang muslim, tetapi serta merupakan juga meninggikan martabat dirinya sebagai hamba Allah SWT. 

Apabila bekerja itu adalah fitrah manusia, maka jelaslah bahwa manusia yang enggan bekerja, malas dan tidak mau mendayagunakan seluruh potensi diri untuk menyatakan keimanan dalam bentuk amal kreatif, sesungguhnya dia itu melawan fitrah dirinya sendiri, dan bikin turun derajat identitas dirinya sebagai manusia. 

Setiap muslim selayaknya tidak asal bekerja, mendapati gaji, atau sekedar menjaga gengsi agar tidak dianggap sebagai pengangguran. Karena, kesadaran bekerja secara produktif serta dilandasi semangat tauhid dan tanggung jawab merupakan salah satu ciri yang khas dari karakter atau kepribadian seorang muslim. 

Tidak ada Karena mengapa bagi seorang muslim untuk menjadi pengangguran, terlebih bila menjadi manusii yang kehilangan semangat inovatif. karena sikap hidup yang tak memberikan makna, terlebih bila menjadi beban dan peminta-minta, pada hakekatnya merupakan tindakan yang tercela. 

Seorang muslim yang memiliki etos kerja adalah mereka yang selalu obsesif atau ingin berbuat sesuatu yang penuh manfaat yang merupakan daerah amanah dari Allah. dan cara pandang untuk melaksanakan sesuatu sesegera bisa jadi didasarkan kepada tiga dimensi kesadaran, yaitu : dimensi ma’rifat (aku tahu), dimensi hakikat (aku berharap), dan dimensi syariat (aku berbuat). 

Etos Kerja: Dimensi Ma’rifat (Aku Tahu)

  1. Tahu siapa aku, apa kekuatan dan kelemahanku,
  2. Tahu apa pekerjaanku,
  3. Tahu siapa pesaingku dan kawanku,
  4. Tahu produk yang akan dihasilkan,
  5. Tahu apa bidang usahaku dan tujuanku,
  6. Tahu siapa relasiku,
  7. Tahu pesan-pesan yang akan kusampaikan


Etos Kerja: Dimensi Hakikat (Aku berharap)

Sikap diri untuk menetapkan sebuah tujuan kemana arah tindakan dilangkahkan. setiap pribadi muslim meyakini bahwa niat atau dorongan untuk menetapkan cita-cita merupakan ciri bahwa dirinya hidup.


Etos Kerja: Dimensi Syariat (Aku Berbuat)

Pengetahuan tentang peran dan potensi diri, tujuan serta harapan-harapan hendaklah mempunyai arti kecuali bila dipraktikkan dalam bentuk tindakan nyata yang telah diyakini kebenarannya. 


Yang membedakan semangat kerja dalam Islam adalah kaitannya dengan nilai serta cara meraih tujuannya. Bagi seorang muslim bekerja merupakan kewajiban yang hakiki dalam rangka menggapai ridha Allah. sedangkan orang kafir bermujahadah untuk kesenangan duniawi dan untuk memuaskan hawa nafsu. 

Di Jepang dikenal sebuah istilah Keizen yang dipelopori oleh Masaaki Imai, yakni: semangat untuk terus-menerus melakukan perbaikan yang melibatkan setiap orang mulai dari pimpinan puncak sampai pekerja lapangan.

Motto Masaaki Imai:
“Engineers at Japanese plants are often warned, ‘There will be no progress if you keep on doing things exactly the same way’”
"Dan para insinyur di Jepang sering diingatkan akan sebuah moto, ‘Tidak pernah akan ada kemajuan jika Anda mengerjakan sesuatu dengan cara yang sebanding dari waktu ke waktu'".

Nah, itulah tadi merupakan pengertian etos kerja dan pengertian etos kerja dalam islam semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih :)

Sumber :
http://www.kajianpustaka.com/2016/09/pengertian-ciri-dan-menumbuhkan-etos-kerja.html
http://ikumpul.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-maksud-etos-kerja-islam-muslim.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Etos
Post a Comment