Sejarah Masjid Agung Demak (Lengkap)

Sejarah Masjid Agung Demak - Sejarah masjid agung demak akan di ulas dan di bahas pada artikel kali ini nih. Jadi kalian masyarakat Indonesia khususnya umat muslim harus paham betul mengenai sejarahnya nih. Oke gak usah bertele-tele kita cekidot langsung saja membahas mengenai sejarah masjid agung demak ini ya kawan.


SEJARAH MASJID AGUNG DEMAK

Sejarah Masjid Agung Demak - Masjid Agung Demak ialah salah satu masjid tertua yang adanya di Indonesia. Masjid ini berada di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

sejarah masjid agung demak
SEJARAH MASJID AGUNG DEMAK


SEJARAH MASJID AGUNG DEMAK

Sejarah Masjid agung demak ini dipercayai pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa yang dikatakan dengan Walisongo. Pendiri masjid ini diramalkan ialah Raden Patah, yaitu raja pertama dari Kesultanan Demak sekitar abad ke-15 Masehi 

Raden Patah bersama Wali Songo mendirikan masjid yang karismatik ini dengan berikan gambar mirip bulus. Ini merupakan candra sengkala memet, dengan arti Sarira Sunyi Kiblating Gusti yang berarti tahun 1401 Saka. Gambar bulus terdiri atas kepala yang bermakna angka 1 (satu), 4 kaki bermakna angka 4 (empat), tubuh bulus bermakna angka 0 (nol), ekor bulus bermakna angka 1 (satu). Dari simbol ini diramalkan Masjid Agung Demak berdiri terhadap tahun 1401 Saka. Masjid ini didirikan terhadap tanggal 1 Shofar.

Soko Majapahit, tiang yang terdiri dari delapan buah yang adanya di serambi masjid merupakan pemberian dari Prabu Brawijaya V, Raden Kertabumi kepada Raden Fattah ketika menjabat sebagai Adipati Notoprojo di Glahahwangi Bintoro Demak terhadap tahun 1475 M. Di Masjid Demak terkandung bangunan khusus bernama pawestren yang dikhususkan buat jamaah perempuan. Pawestren berasal dari kata pawestri yang bermakna perempuan. Bangunan ini mempunyai arsitektur berbahan kayu jati dengan atap limasan berbentuk sirap atau genteng terbuat dari kayu jati. terkandung delapan tiang buat menyangga bangunan ini, empat salah satu terkandung ukiran bermotif Majapahit. Luas lantai dari Pawestren ini ialah 15x7,30 m. Pawestren ini dibuat terhadap zaman KRMAArya. Purbaningrat yang terlihat dari motif ukiran berbentuk Makrusah atau Kholwat yang menerangkan angka 1866 M


Arsitektur Sejarah Masjid Agung Demak

Masjid ini memiliki bangunan-bangunan induk serta serambi. Bangunan induk mempunyai empat tiang utama yang dikatakan saka guru. Salah satu dari tiang utama tersebut konon berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai saka tatal. Bangunan serambi merupakan bangunan terbuka. Atapnya berupa limas yang ditopang delapan tiang yang dikatakan Saka Majapahit. Atap limas Masjid terdiri dari tiga area yang menggambarkan ; (1) Iman, (2) Islam, serta (3) Ihsan. Di Masjid ini juga terkandung “Pintu Bledeg”, mengandung candra sengkala, yang bisa dibaca Naga Mulat Salira Wani, dengan makna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H.

Di dalam lokasi kompleks Masjid Agung Demak, terkandung sebagian makam raja-raja Kesultanan Demak diantaranya di antaranya ialah Sultan Fattah yang merupakan raja pertama kasultanan demak serta para abdinya. Di kompleks ini juga terkandung Museum Masjid Agung Demak, yang berisi beragam Perihal tentang riwayat Masjid Agung Demak 
Masjid Agung Demak dicalonkan buat menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO terhadap tahun 1995.


Pintu Bledheg Masjid Agung Demak


Pintu Bledheg merupakan pintu yang dibuat oleh Ki Ageng Selo yang konon katanya berfungsi sebagai penangkal petir. Pintu Bledeg ini merupakan condrosengkolo yang mempunyai bunyi Nogo Mulat Saliro Wani, yang mempunyai makna tahun 1388 Saka atau 1466 M atau 887 H. terhadap tempat imam atau dikatakan Mihrab terkandung hiasan berbentuk gambar bulus yang merupakan Condro Sengkolo mempunyai arti Sariro Sunyi Kiblating Gusti yang mempunyai makna 1401 Saka. setelah itu di depan Mihrab terkandung sesuatu mimbar yang dipakai buat khotbah, benda ini dikatakan dengan nama Dampar Kencono warisan dari kerajaan Majapahit. Dampar Kencono ini merupakan peninggalan dari kerajaan Majapahit abad ke 15 yang dihadiahkan buat Raden Fattah dari ayahanda Prabu Brawijaya V Raden Kertabhumi. sehabis Demak dipimpin oleh Raden Trenggono terhadap tahun 1521 sampai 1560 M, secara universal wilayah Nusantara dipersatukan seolah mengulang apakah yang dilaksanakan patih Gajah Mada 


Soko Tatal Masjid Agung Demak

Empat buah Soko Tatal / Soko Guru menjadi tiang utama penyangga masjid yang bersusun tiga. Tinggi dari keempat soko ini ialah 1630 cm. Formasi dari keempat soko ini dipancangkan sesuai terhadap penjuru mata angin.

Tiang yang Berposisi di area barat laut dibuat oleh Sunan BonangTiang yang Berposisi di area barat daya dibuat oleh Sunan Gunung JatiTiang yang Berposisi di area tenggara dibuat oleh Sunan AmpelTiang yang Berposisi di area timur laut dibuat oleh Sunan Kalijaga
Keempat tiang ini oleh masyarakat dikasi nama Soko Tatal. Kolam Wudhu juga merupakan peninggalan dari awal berdirinya Masjid Agung Demak namun sayang kolam ini tak dimanfaatkan lagi. Terakhir ialah menara buat azan yang mempunyai bahan baja yang dibangun terhadap abad 20 yang merupakan tuntutan dari modernisasi. Berdirinya menara ini diprakarsai oleh sebagian tokoh ulama seperti, Kh. Abdurrohman, R Danoewijoto, H. Moechsin, H. Moh Taslim serta H. Aboebakar. Itulah merupakan Sejarah Masjid Agung Demak.

Berikut tadi adalah gambaran sejarah masjid agung demak yang sekiranya dapat kami sampaikan. Dalam tutur kata jika ada salah di maklumi yaa. Mungkin kamu akan mencari tentang : masjid agung demak, sejarah masjid agung demak

Source :
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Agung_Demak
2. http://www.idsejarah.net/2016/07/sejarah-masjid-agung-demak.html
Post a Comment