LEARN SEJARAH. Belajar sejarah dan manfaat sejarah adalah membangkitkan semangat kesatuan.

Sejarah Kota Malang (Lengkap)

Sejarah Kota Malang - Sejarah Kota Malang harusnya kamu udah tau sih warga malang. Hehe Kota Malang adalah kota yang asyik bagi saya sendiri.. Karena muncul dengan klub arema malang dan ada gunung indah Semeru itu guys. 

Sejarah Kota Malang memang di mulai dari kerajaan dan tahun terdahulu guys. Jadi berikut ini akan saya ceritakan mengenai asal-usul kota malang. Tertarik? Simak sampai bawah dan jangan lupa bagikan artikel sejarah kota malang ya.

sejarah kota malang
SEJARAH KOTA MALANG

SEJARAH KOTA MALANG

Kota Malang (Hanacaraka: ꦏꦸꦛꦩꦭꦁ) ialah sesuatu kota yang berada di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini berada 90 km sebelah selatan Surabaya serta merupakan kota terbesar di kedua di Jawa Timur sehabis Surabaya, dan merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia rujukan oleh hitungan penduduk. Malang juga merupakan kota terbesar kedua di wilayah Pulau Jawa area selatan sehabis Bandung. Kota Malang Berposisi di dataran tinggi yang cukup sejuk serta agak panas dan semua wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Malang. Luas wilayah kota Malang ialah 110,06 km2. Bersama dengan Kota Batu serta Kabupaten Malang, Kota Malang merupakan area dari kesatuan wilayah yang diketahui dengan Malang Raya (Wilayah Metropolitan Malang). Wilayah Malang Raya yang berpenduduk sekitar 4,5 juta jiwa, ialah kawasan metropolitan terbesar kedua di Jawa Timur sehabis Gerbangkertosusila. Kawasan Malang Raya diketahui sebagai salah satu area sasaran wisata utama di Indonesia.

Malang diketahui sebagai salah satu kota sasaran pendidikan terkemuka di Indonesia pasal banyak perguruan tinggi serta politeknik negeri ataupun swasta yang populer hingga semua Indonesia serta menjadi salah satu sasaran pendidikan Berposisi di kota ini, sebagian di antaranya yang paling populer ialah perguruan tinggi Brawijaya, perguruan tinggi Negeri Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, perguruan tinggi Muhammadiyah Malang,[11] perguruan tinggi Terbuka (UT), perguruan tinggi Islam Malang, serta Politeknik Negeri Malang. Kota ini tak kalah dengan kota-kota besar lain yang menjadi rujukan pemilihan pendidikan terbaik.

Sebutan lain kota ini ialah "kota bunga". Perihal ini disebabkan terhadap zaman dahulu Malang dinilai amat indah serta cantik dengan banyak pohon-pohon serta bunga yang berkembang serta tumbuh dengan indah serta asri. Malang juga dijuluki "Parijs van Oost-Java" pasal keindahan kotanya bagaikan kota Paris di timur Pulau Jawa. disamping itu, Malang juga memperoleh julukan "Zwitserland van Java" pasal keindahan kotanya yang dikelilingi pegunungan dan tata kotanya yang dahulu kala rapi, menyamai negara Swiss di Eropa. Malang juga berangsur-angsur diketahui sebagai kota belanja, pasal banyaknya mal serta factory outlet yang bertebaran di kota ini. Perihal inilah yang menjadikan kota Malang diketahui luas mempunyai keunikan, yakni pasal kemiripannya dengan Kota Bandung di Provinsi Jawa Barat, di antaranya dari segi geografis, julukan, serta pernyebaran kotanya.


SEJARAH KOTA MALANG

Berikut ini akan saya sampaikan mengenai sejarah kota malang.

Sejarah Kota Malang dan Asal-Usul Kota Malang

ialah seorang raja yang bijaksana serta sangat sakti, Dewasimha namanya. Ia merawat istananya yang berkilauan dan dikuduskan oleh api suci Sang Putikewara (Ciwa). Berbahagialah sang Raja Dewasimha pasal dewa-dewa sudah menganugerahkan dalam hidupnya seorang putera sebagai pewaris mahkotanya. Putra yang setelah itu menjadi pelindung kerajaan itu bernama Liswa atau juga diketahui sebagai Gajayana. ialah Gajayana seorang raja yang begitu dicintai rakyatnya, berbudi luhur serta berbuat baik buat kaum pendeta dan penuh baktu sesungguh-sungguhnya kepada Resi Agastya Sebagai gejala bakti yang tulus kepada Resi tersebut, sang Raja Gajayana sudah membangun sesuatu candi yang permai buat mahresi dan buat menjadi penangkal segala penyakit serta malapetaka kerajaan. bahwa nenek moyangnya sudah bikin arca Agstya dari kayu cendana, tersebutkan Raja Gajayana sebagai pernyataan bakti serta hormatnya sudah memerintahkan kepada pemahat-pemahat ternama di seantero kerajaan buat bikin arca Agastya dari batu hitam nan indah, supaya seluruh bisa melihatnya. Arca Agastya yang dikasi nama Kumbhayoni itu, atas perintah raja yang berbudi luhur tersebut setelah itu diresmikan oleh para Regveda, para Brahmana, pendeta-pendeta terkemuka serta para warga negeri yang ahli, terhadap tahun Saka, Nayana-Vava-Rase(682) bulan Magasyirsa tepat terhadap hari Jum’at separo terang Ia Raja Gajayana yang perkasa itu ialah seorang agamawan yang amat menaruh hormat kepada para pendeta. Dihadiahkannya kepada mereka tanah-tanah beserta sapi yang gemuk, sebanyak kerbau, budak lelaki serta wanita, dan beragam kebutuhan hidup layaknya sabun-sabun tempat mandi, bahan upacara sajian, rumah-rumah besar penuh perlengkapan hidup layaknya : penginapan para brahmana serta tamu, lengkap dengan pakaian-pakaian, tempat tidur serta padi, jewawut. Mereka yang menghalang-halangi kehendak raja buat membagikan hadiah-hadiah layaknya itu, baik saudara-saudara, putera-putera raja, serta Menteri Pertama, tersebutkan mereka akan menjadi celaka pasal pikiran-pikiran buruk serta akan masuk ke neraka serta tak akan mendapati keoksaan di dunia atau di alam lain. Ia, jika dibalik senantiasa berdoa serta berkeinginan semoga keturunannya bergirang hati dengan hadiah-hadiah tersebut, memperhatikan dengan jiwa yang suci, menghormati kaum Brahmana serta taat beribadat, berbuat baik, menjalankan korban, serta menyidik jauh Weda. Semoga mereka merawat kerajaan yang tak adanya bandingannya ini layaknya sang Raja sudah menjaganya Raja Gajayana memiliki seorang puteri Uttejena yang kelak meneruskan Vamcakula ayahandanya yang bijaksana itu Cerita di atas diangkat sari satu prasasti yang bernama “Prasasti Dinaya atau Kanjuruhan” rujukan oleh nama desa yang disebutkan dalam piagam tersebut. layaknya tertulis di dalamnya, prasasti ini memuat unsure penanggalan dalam candrasengkala yang berbunyi : “Nayana-vaya-rase” yang berharga 682 tahun caka atau tahun 760 sehabis Masehi Apabila prasasti itu dikeluarkan oleh Raja Gajayana terhadap tahun 760 sesudah Masehi, tersebutkan paling tak prasasti itu merupakan asal pati tertulis tertua mengenai ada fasilitas politik yakni berdirinya kerajaan Kanjuruan di wilayah Malang. Tempat itu kini diketahui dengan nama Dinoyo berada 5 km sebelah barat Kota Malang. Di tempat ini rujukan oleh warga disana, masih diciptakan patung Dewasimha yang berada di tengah pasar meskipun hampir lenyap terbenam ke dalam tanah Malangkucecwara berasal dari tiga kata, yakni : Mala yang bermakna segala sebuah yang kotor, kecurangan, kepalsuan, atau bathil, Angkuca yang bermakna merusak atau membinasakan serta Icwara yang bermakna Tuhan. Dengan demikian Malangkucecwara bermakna “TUHAN merusak YANG BATHIL” Walaupun nama Malang sudah mendarah daging bagi penduduknya, tapi nama tersebut masih terus merupakan gejala tanya. Para ahli sejarah masih terus menggali sumber-sumber buat mendapati jawaban yang tepat atas pernyataan tersebut di atas. Sampai saat ini sudah didapati sebagian kesimpulan tentang asal-usul nama Malang tersebut. Malangkucecwara yang tertulis di dalam lambang kota itu, rujukan oleh salah satu kesimpulan merupakan nama sesuatu bangunan suci. Nama bangunan suci itu sendiri diketemukan dalam dua prasasti Raja Balitung dari Jawa Tengah yakni prasasti Mantyasih tahun 907, serta prasasti 908 yakni diketemukan di satu tempat antara Surabaya-Malang. Namun demikian dimana letak sebenarnya bangunan suci Malangkucecwara itu, para ahli sejarah masih belum mendapati kesepakatan. Satu pihak mengira letak bangunan suci itu ialah di area gunung Buring, satu pegunungan yang membujur di sebelah timur kota Malang dimana terkandung salah satu puncak gunung yang bernama Malang. Pembuktian atas kebenaran Anggapan ini masih terus dilaksanakan pasal ternyata, disebelah barat kota Malang juga terkandung sesuatu gunung yang bernama Malang Pihak yang lain mengira jikalau letak sebenarnya dari bangunan suci itu terkandung di area Tumpang, satu tempat di sebelah utara kota Malang. Sampai saat ini di area tersebut masih terkandung sesuatu desa yang bernama Malangsuka, yang oleh beberapa ahli sejarah, diduga berasal dari kata Malankuca yang diucapkan terbalik. Pendapat di atas juga dikuatkan oleh banyaknya bangunan-bangunan purbakala yang berserakan di area tersebut, layaknya candi Jago serta candi Kidal, yang keduanya merupakan peninggalan zaman kerajaan Singasari Dari kedua kesimpulan tersebut di atas masih juga belum bisa dipastikan manakah kiranya yang terdahulu diketahui dengan nama Malang yang berasal dari nama bangunan suci Malangkucecwara itu. apa area di sekitar Malang sekarang, ataukah kedua gunung yang bernama Malang di sekitar area itu Sebuah prasasti tembaga yang diciptakan akhir tahun 1974 di perkebunan Bantaran, Wlingi, sebelah barat daya Malang, dalam satu bagiannya tertulis sebagai berikut : “………… taning sakrid Malang-akalihan wacid lawan macu pasabhanira dyah Limpa Makanagran I ………”. Arti dari kalimat tersebut di atas ialah : “ ……. di sebelah timur tempat berburu sekitar Malang bersama wacid serta mancu, persawahan Dyah Limpa yaitu ………”

Dari bunyi prasasti itu nyatanya Malang merupakan satu tempat di sebelah timur dari tempat-tempat yang tersebut dalam prasasti tiu. Dari prasasti inilah didapati satu evidensi jikalau penggunaan nama Malang sudah adanya paling tak dari ketika abad 12 Masehi Hipotesa-hipotesa terdahulu, barangkali lain hal dengan satu pendapat yang mengira jikalau nama Malang berasal dari kata “Membantah” atau “Menghalang-halangi” (dalam bahasa Jawa bermakna Malang). Alkisah Sunan Mataram yang ingin meluaskan pengaruhnya ke Jawa Timur sudah mencoba buat menempati area Malang. warga area itu melaksanakan perlawanan perang yang hebat. pasal itu Sunan Mataram menganggap jikalau rakyat area itu menghalang-halangi, membantah atau malang atas maksud Sunan Mataram. dari ketika itu pula area tersebut bernama Malang Timbulnya karajaan Kanjuruhan tersebut, oleh para ahli sejarah dipandang sebagai tonggak awal peningkatan pusat pemerintahan yang sampai saat ini, sehabis 12 abad berselang, sudah berkembang menjadi Kota Malang Setelah kerajaan Kanjuruhan, di waktu emas kerajaan Singasari (1000 tahun sehabis Masehi) di area Malang masih diciptakan satu kerajaan yang makmur, banyak penduduknya dan tanah-tanah pertanian yang sangat subur. Ketika Islam menaklukkan kerajaan Majapahit sekitar tahun 1400, Patih Majapahit melarikan diri ke area Malang. Ia setelah itu mendirikan sesuatu kerajaan Hindu yang merdeka, yang oleh putranya diperjuangkan menjadi satu kerajaan yang maju. Pusat kerajaan yang berada di kota Malang sampai saat ini masih terlihat sisa-sisa bangunan bentengnya yang kokoh bernama Kutobedah di desa Kutobedah Adalah Sultan Mataram dari Jawa Tengah yang akhirnya datang menaklukkan area ini terhadap tahun 1614 sehabis memperoleh perlawanan yang tangguh dari warga area ini 

Mengapa Malang?

Sebelum tahun 1964, dalam lambang kota Malang terkandung tulisan ; “Malang namaku, maju tujuanku” terjemahan dari “Malang nominor, sursum moveor”. Ketika kota ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-50 terhadap tanggal 1 April 1964, kalimat-kalimat tersebut berubah menjadi : “Malangkucecwara”. Semboyan baru ini diusulkan oleh almarhum Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, pasal kata tersebut amat erat kaitannya dengan asal-usul kota Malang yang terhadap waktu Ken Arok kira-kira 7 abad yang lampau sudah menjadi nama dari tempat di sekitar atau dekat candi yang bernama Malangkucecwara.


Sekilas Sejarah Kota Malang ( Mengenai Pemerintahan )

Sekilas Sejarah Pemerintahan

Kota malang mulai tumbuh serta berkembang sehabis hadirnya pemerintah kolonial Belanda, terutama ketika mulai di operasikannya jalur kereta api terhadap tahun 1879. beragam keperluan masyarakatpun makin menaik terutama akan ruang gerak melaksanakan beragam aktivitas. efeknya terjadilah pergantian tata fungsi tanah, area yang terbangun bermunculan dengan tidak terkendali. pergantian guna lahan merasakan pergantian amat pesat, layaknya dari guna pertanian menjadi perumahan serta industri
Malang merupakan sesuatu Kerajaan yang berpusat di wilayah Dinoyo, dengan rajanya Gajayana.


Tahun 1767 Kompeni memasuki Kota
Tahun 1821 kedudukan Pemerintah Belanda di pusatkan di sekitar kali Brantas
Tahun 1824 Malang mempunyai Asisten Residen
Tahun 1882 rumah-rumah di bagian barat Kota di dirikan dan Kota didirikan alun-alun di bangun.
1 April 1914 Malang di tetapkan sebagai Kotapraja
8 Maret 1942 Malang diduduki Jepang
21 September 1945 Malang masuk Wilayah Republik Indonesia
22 Juli 1947 Malang diduduki Belanda
2 Maret 1947 Pemerintah Republik Indonesia kembali memasuki Kota Malang.
1 Januari 2001, menjadi Pemerintah Kota Malang.





Itulah tadi mengenai sejarah kota malang. Semoga informasi tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya.Gimana nih guys? Sudah siap kan jelajah kota malang? Mungkin juga kamu cari : artikel sejarah kota malang, sejarah kota malang dalam bahasa jawa, sejarah kota malang jaman belanda, sejarah kota malang jaman kerajaan

Sumber :
1. https://dymasgalih.wordpress.com/kota-malang/malang-kota-bunga/
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Malang
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sejarah Kota Malang (Lengkap)

0 komentar: