Pengertian Bahasa Secara Rinci dan Sangat Lengkap

Pengertian Bahasa - Kali ini saya akan memberikan materi mengenai pengertian bahasa dan dimana dalam artikel kali ini akan saya kupas secara rinci dan detail. Semoga dalam penyampaian materi mengenai bahasa dapat di simpulkan dan di gunakan dalam mengisi materi. Ini dia yang akan saya sampaikan mengenai bahasa.

Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi.


Bahasa adalah sebuah sistem, artinya, bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. sistem bahasa berupa lambang-lambang bunyi, setiap lambang bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep. karena setiap lambang bunyi itu memiliki atau menyatakan suatu konsep atau makna, maka dapat disimpulkan bahwa setiap suatu ujaran bahasa memiliki makna. contoh lambang bahasa yang berbunyi “nasi” melambangkan konsep atau makna ‘sesuatu yang biasa dimakan orang sebagai makanan pokok’.



pengertian bahasa
PENGERTIAN BAHASA


Pengertian Bahasa Apa Sihhh ???



Bahasa (dari bahasa Sanskerta भाषा, bhāṣā) adalah kemampuan yang dimiliki manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya memasang tanda, misalnya kata dan gerakan. Kajian ilmiah bahasa disebut ilmu linguistik 
Perkiraan jumlah bahasa di dunia beragam antara 6000–7000. bahasa. Namun, perkiraan tepatnya bergantung pada suatu perubahan sembarang yang dapat jadi terjadi antara bahasa dan dialek. Bahasa alami adalah bicara atau bahasa isyarat, tetapi setiap bahasa dapat disandikan ke dalam media kedua memasang stimulus audio, visual, atau taktil, sebagai contohnya, tulisan grafis, braille, atau siulan. Hal ini karena bahasa manusia bersifat independen terhadap modalitas. 

Sebagai konsep umum, "bahasa" bisa mengacu pada kemampuan kognitif untuk dapat menyidik jauh dan memasang sistem komunikasi yang kompleks, atau untuk menjelaskan sekumpulan aturan yang membentuk sistem tersebut atau sekumpulan pengucapan yang dapat dihasilkan dari aturan-aturan tersebut. semua bahasa bergantung pada proses semiosis untuk menghubungkan isyarat dengan makna terdefinisi jelas.

Bahasa oral dan bahasa isyarat memiliki sebuah sistem fonologis yang mengatur kaya gimana simbol digunakan untuk membentuk urutan yang dikenal sebagai kata atau morfem, dan suatu sistem sintaks yang mengatur kaya gimana kata-kata dan morfem digabungkan untuk membentuk frasa dan penyebutan.

Bahasa manusia unik karena memiliki sifat-sifat produktivitas, rekursif, dan pergeseran, dan karena secara keseluruhan bahasa manusia bergantung pula pada konvensi serta edukasi sosial. Strukturnya yang kompleks bisa memberikan kemungkinan ekspresi dan penggunaan yang lebih luas alih alih sistem komunikasi hewan yang dikenal.

Sejak zaman hominin, bahasa diperkirakan mulai secara bertahap mengubah sistem komunikasi antarprimata. Primata sehabis itu mulai memperoleh kemampuan untuk membentuk suatu teori pikiran dan intensionalitas. perkembangan tersebut terkadang diperkirakan bersamaan dengan meningkatnya volume otak, dan banyak ahli bahasa berpendapat bahwa struktur bahasa berkembang untuk melayani fungsi sosial dan komunikatif terdefinisi jelas. Bahasa diproses pada banyak lokasi yang lain Perihal pada otak manusia, terutama di area Broca dan area Wernicke.

Manusia mengakuisisi bahasa lewat interaksi sosial pada masa balita, dan anak-anak sudah dapat berbicara secara fasih kurang lebih pada umur tiga tahun. penggunaan bahasa telah berakar dalam kultur manusia. Oleh karena itu, selain digunakan untuk berkomunikasi, bahasa juga memiliki banyak fungsi sosial dan kultural, misalnya untuk menandakan identitas suatu kelompok, stratifikasi sosial, dan untuk dandanan sosial dan hiburan.

Bahasa-bahasa berubah dan bervariasi sepanjang waktu, dan sejarah evolusinya dapat direkonstruksi ulang dengan membandingkan bahasa modern untuk menentukan sifat-sifat mana yang sesegera bisa jadi dimiliki oleh bahasa leluhurnya supaya perubahan nantinya dapat terjadi. Sekelompok bahasa yang diturunkan dari leluhur yang sebanding dikenal sebagai rumpun bahasa.

Bahasa yang digunakan dunia sekarang tergolong pada keluarga Indo-Eropa. salah satu di dalamnya adalah bahasa seperti Inggris, Spanyol, Portugis, Rusia, dan Hindi; Bahasa Sino-Tibet, yang melingkupi Bahasa Mandarin, Cantonese, dan banyak lainnya; Rumpun bahasa Afro-Asiatik yang melingkupi Arab, Amhar, Somali, dan Hebrew; dan bahasa Bantu, yang melingkupi Swahili, Zulu, Shona, dan ratusan bahasa lain yang digunakan di Afrika. Konsensusnya adalah antara 50–90% bahasa yang digunakan dari ketika awal abad ke-21 kemungkinan akan punah pada tahun 2100.


Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli


Inilah beberapa pengertian bahasa menurut para ahli :


Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), membagikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyiratkan bahasa sebagai alat komunikasi antara partisipan masyarakat berbentuk simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa ialah proses komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer. 

Menurut Owen dalam Stiawan (2006:1), memaparkan definisi bahasa yaitu language can be defined as a socially shared combinations of those symbols and rule governed combinations of those symbols (bahasa bisa didefenisikan sebagai kode yang diterima secara sosial atau proses konvensional buat memberitahukan konsep melewati kegunaan simbol-simbol yang dikehendaki serta kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh ketentuan) Pendapat di atas serupa dengan apakah yang diungkapkan oleh Tarigan (1989:4), beliau membagikan dua definisi bahasa. Pertama, bahasa ialah suatu proses yang sistematis, barang kali juga buat proses generatif. Kedua, bahasa ialah seperangkat lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbitrer rujukan oleh Santoso (1990:1), bahasa ialah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar.

Definisi lain, Bahasa ialah suatu bentuk serta bukan suatu kondisi (lenguage may be form and not matter) atau sebuah proses lambang bunyi yang arbitrer, atau juga suatu proses dari sekian banyak sistem-sistem, suatu proses dari suatu tatanan atau suatu tatanan dalam sistem-sistem. Pengertian tersebut dikemukakan oleh Mackey (1986:12) 

Menurut Wibowo (2001:3), bahasa ialah proses simbol bunyi yang berarti serta berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer serta konvensional, yang digunakan sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia buat melahirkan perasaan serta pikiran Hampir senada dengan pendapat Wibowo, Walija (1996:4), mengungkapkan definisi bahasa adalah komunikasi yang paling lengkap serta efisien buat memberitahukan ide, pesan, maksud, perasaan serta pendapat kepada orang lain.

Pendapat lainnya mengenai definisi bahasa diungkapkan oleh Syamsuddin (1986:2), beliau berikan dua pengertian bahasa. Pertama, bahasa ialah alat yang digunakan buat membentuk pikiran serta perasaan, keinginan serta perbuatan-perbuatan, alat yang digunakan buat memberi efek serta dipicu. 

Kedua, bahasa ialah gejala yang jelas dari kepribadian yang baik ataupun yang buruk, gejala yang jelas dari keluarga serta bangsa, gejala yang jelas dari budi kemanusiaan sementara Pengabean (1981:5), berpendapat jikalau bahasa ialah suatu proses yang mengutarakan serta menyiarkan apakah yang berlangsung terhadap proses saraf Pendapat terakhir dari artikel singkat mengenai bahasa ini diutarakan oleh Soejono (1983:01), bahasa ialah suatu sarana perhubungan rohani yang sangat serius dalam hidup bersama.


Karakteristik Pengertian Bahasa


Telah disebutkan di atas bahwa bahasa adalah sebuah sistem berupa bunyi, bersifat abitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi. Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa di antara karakteristik bahasa adalah abitrer, produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi.


Bahasa Bersifat Abritrer


Bahasa bersifat abritrer artinya hubungan antara lambang dengan yang dilambangkan tidak bersifat wajib, bisa berubah dan tidak dapat dijelaskan mengapa lambang tersebut mengonsepi makna terdefinisi jelas. Secara kongkret, Karena mengapa “kuda” melambangkan ‘sejenis binatang berkaki empat yang bisa dikendarai’ adalah tidak bisa dijelaskan .

Meskipun bersifat abritrer, tetapi juga konvensional. artinya setiap penutur suatu bahasa akan mematuhi hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya. Dia akan mematuhi, misalnya, lambang ‘buku’ hanya digunakan untuk menyatakan ‘tumpukan kertas bercetak yang dijilid’, dan tidak untuk melambangkan konsep yang lain, pasal jika dilakukannya berarti dia telah melanggar konvensi itu 


Bahasa Bersifat Produktif

Bahasa bersifat produktif artinya, dengan sejumlah besar unsur yang terbatas, namun dapat dibuat satuan-satuan ujaran yang hampir tidak terbatas. Misalnya, rujukan oleh Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan WJS. Purwadarminta bahasa Indonesia hanya mempunyai kurang lebih 23000. kosa kata, tetapi dengan 23000. buah kata tersebut dapat dibuat jutaan kalimat yang tidak terbatas 


Bahasa Bersifat Dinamis

Bahasa bersifat dinamis berarti bahwa bahasa itu tidak lepas dari berbagai kemungkinan perubahan sewaktu-waktu dapat terjadi. perubahan itu dapat terjadi pada tataran apa saja: fonologis, morfologis, sintaksis, semantic dan leksikon. pada setiap waktu dapat jadi saja terdapat kosakata baru yang muncul, tetapi juga ada kosakata lama yang tenggelam, tidak digunakan lagi.


Bahasa Bersifat Beragam

Meskipun bahasa mempunyai kaidah atau pola terdefinisi jelas yang sama, namun karena bahasa itu digunakan oleh penutur yang heterogen yang mempunyai latar belakang sosial dan terbiasa yang berbeda, maka bahasa itu menjadi beragam, baik dalam tataran fonologis, morfologis, sintaksis maupun pada tataran leksikon. Bahasa Jawa yang digunakan di Surabaya lain Perihal dengan yang digunakan di Yogyakarta. Begitu juga bahasa Arab yang digunakan di Mesir lain Perihal dengan yang digunakan di Arab Saudi 


Bahasa Bersifat Manusiawi

Bahasa sebagai alat komunikasi verbal, hanya dimiliki manusia. Hewan tidak mempunyai bahasa. Yang dimiliki hewan sebagai alat komunikasi, yang berupa bunyi atau gerak isyarat, tidak bersifat produktif dan dinamis. Manusia dalam menguasai bahasa bukanlah secara instingtif atau naluriah, tetapi dengan cara belajar. Hewan tidak bisa untuk menyidik jauh bahasa manusia, oleh karena itu dikatakan bahwa bahasa itu bersifat manusiawi.


Fungsi - Fungsi Bahasa


Konsep bahasa adalah alat untuk menyampaikan pikiran. Bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan.

Bagi sosiolinguistik konsep bahwa bahasa adalah alat atau berfungsi untuk menyampaikan pikiran dianggap terlalu sempit, pasal yang menjadi persoalan sosiolinguistik adalah “who speak what language to whom, when and to what end”. Oleh karena itu fungsi-fungsi bahasa dapat dilihat dari sudut penutur, pendengar, topic, kode dan amanat pembicaraan.


Fungsi Personal atau Pribadi

Dilihat dari sudut penutur, bahasa berfungsi personal. Maksudnya, si penutur menyatakan sikap terhadap apa yang dituturkannya. Si penutur bukan hanya mengungkapkan emosi lewat bahasa, tetapi juga memperlihatkan emosi itu sewaktu menyampaikan tuturannya. Dalam Hal ini pihak pendengar juga dapat menduga apakah si penutur sedang sedih, marah atau gembira.


Fungsi Direktif

Dilihat dari sudut pendengar atau lawan bicara, bahasa berfungsi direktif, yaitu mengatuf tingkah laku pendengar. Di sini bahasa itu tidak hanya membuat si pendengar melakukan sesuatu, tetapi melakukan kegiatan yang sesuai dengan yang dikehendaki pembicara.


Fungsi Fatik

Bila dilihat segi kontak antara penutur dan pendengar, maka bahasa bersifat fatik. artinya bahasa berfungsi menjalin hubungan, memelihara, memperlihatkan perasaan bersahabat atau solidaritas sosial. Ungkapan-ungkapan yang digunakan biasanya sudah berpola tetap, seperti pada waktu pamit, berjumpa atau menanyakan keadaan. Oleh karena itu, ungkapan-ungkapan ini tidak dapat diterjemahkan secara harfiah.

Ungkapan-ungkapan fatik ini biasanya juga disertai dengan unsur paralinguistik, seperti senyuman, gelengan kepala, gerak gerik tangan, air muka atau kedipan mata. Ungkapan-ungkapan tersebut jika tidak disertai unsure paralinguistik tidak mempunyai makna 


Fungsi Referensial

Dilihat dari topik ujaran bahasa berfungsi referensial, yaitu berfungsi untuk membicarakan objek atau peristiwa yang ada disekeliling penutur atau yang ada dalam budaya pada lazimnya. fungsi referensial ini yang melahirkan paham tradisional bahwa bahasa itu adalah alat untuk menyatakan pikiran, untuk menyatakan kaya gimana si penutur tentang dunia di sekelilingnya.


Fungsi Metalingual atau Metalinguistik

Dilihat dari segi kode yang digunakan, bahasa berfungsi metalingual atau metalinguistik. Artinya, bahasa itu digunakan untuk membicarakan bahasa itu sendiri. biasanya bahasa digunakan untuk membicarakan masalah lain seperti ekonomi, pengetahuan dan lain-lain. tetapi dalam fungsinya di sini bahasa itu digunakan untuk membicarakan atau menjelaskan bahasa. Hal ini dapat dilihat dalam proses pembelajaran bahasa di mana kaidah-kaidah bahasa dijelaskan dengan bahasa 


Fungsi Imajinatif

Jika dilihat dari segi amanat (message) yang disampaikan maka bahasa itu berfungsi imajinatif. Bahasa itu dapat digunakan untuk menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan; baik yang sebenarnya maupun yang hanya imajinasi (khayalan) saja. fungsi imaginasi ini biasanya berupa karya seni (puisi, cerita, dongeng dan sebagainya) yang digunakan untuk kesenangan penutur maupun para pendengarnya.


Nah itulah merupakan pengertian bahasa semoga menjadi pembelajaran untuk kalian.

Yang kamu cari :

  • pengertian bahasa indonesia
  • pengertian bahasa menurut para ahli
  • pengertian bahasa secara umum
  • pengertian bahasa baku
  • pengertian bahasa indonesia menurut para ahli
  • pengertian bahasa menurut kbbi


Sumber :
https://dibustom.wordpress.com/2011/05/07/pengertian-bahasa-karakteristik-bahasa-dan-fungsi-bahasa-kajian-sosiolinguistik/
https://wismasastra.wordpress.com/2009/05/25/apa-bahasa-itu-sepuluh-pengertian-bahasa-menurut-para-ahli/
Post a Comment