Mengenal Terbentuknya Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Mengenal Terbentuknya Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam


Mengenal Terbentuknya Propinsi Nanggroe AcehDarussalam Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam terletak di bagian paling ujung pulau Sumatera. Propinsi ini juga disebut Daerah Istimewa Aceh karena memiliki otonomi daerah sendiri atau kekuasaan mengatur daerah dengan peraturan daerah dibawah pemerintah negara Indonesia. Aturan yang digunakan adalah aturan yang sesuai dengan syariat agama Islam.

SEJARAH ACEH

BACA JUGA : SEJARAH NAHDLATUL ULAMA


Sejarah awal mula Aceh


Sejarah Aceh telah ada sejak jaman dahulu bahkan pernah disebutkan bahwa Aceh berada dibawah kekuasaan kerajaan Sriwijaya pada saat jaman keemasannya. Namun, sejarah Aceh disebut bermula ketika kerajaan Islam pertama kali ada di wilayah nusantara yaitu kerajaan Samudera Pasai yang didirikan oleh Meurah Silu pada abad 13.
Sejarah Aceh pun mencatat sepeninggal Meurah Silu atau lebih dikenal dengan nama Sultan Malik Al-Saleh, kerajaan Pasai tidak begitu terdengar gaungnya. Hingga akhirnya pernah disebutkan bahwa Aceh mengalami masa keemasan pada jaman Sultan Iskandar Muda. Kekuasaan kerajaan Aceh saat itu mencapai seluruh pelosok Minangkabau, Sumatera Timur, Perak hingga ke semananjung Malaysia dan kabarnya sebagai salah satu kerajaan di Sumatera yang memiliki tradisi militer.
Hingga akhirnya dimulai penjajahan Portugis di Malaka sangat mempengaruhi sejarah Aceh saat itu. Dibawah kepemimpinan Alfonso de Albuquerque, kesultanan Malaka berhasil direbut pada tahun 1511. Selain itu, Protugis mulai melancarkan serangan demi serangan ke Aceh namun berhasil dihentikan oleh Sultan Iskandar Muda.
Sepeninggal Sultan Iskandar Muda, kerajaan diambil alih oleh Sultan Iskandar Thani. Namun, perpecahan hingga kemunduran kerajaan Aceh terlihat setelah sang Sultan Iskandar Thani mangkat. Apalagi setelah sang putri Iskandar Muda menjadi ratu di kerajaan Aceh. Meski dikenal memiliki kecakapan, banyak pihak yang keberatan dengan diangkatnya seorang wanita memimpin kerajaan hingga berakhirnya era kekuasaan wanita dalam sejarah Aceh.

Sejarah Aceh pada masa penjajahan kolonial


Sejak abad ke-16, sejarah Aceh memang berbeda apalagi terjadinya perpecahan di kerajaan Aceh sendiri. Datangnya bangsa Barat ke Asia tenggara pun mempengaruhi perkembangan kerajaan Aceh. Hingga akhirnya pada abad ke-18, Aceh terpaksa harus menyerahkan Kedah dan Pulau Pinang di Semenanjung Melayu kepada Inggris.
Pada tahun 1824, Inggris menyerahkan kekuasaan di Aceh pada Belanda hingga Aceh pun tak bisa lepas dari awal mula penjajahan Belanda di daerah tersebut pada tahun 1871. Tahun-tahun selanjutnya yang membuat banyak pergerakan dan perjuangan rakyat Aceh melawan Belanda yang banyak disebutkan dalam sejarah Aceh.
Awal mula sejarah Aceh pun mencatat terjadinya perang Aceh yang meletus pada tahun 1873 karena beberapa alasan antara lain Belanda yang mengingkari isi perjanjian London yang mencangkup batas-batas kekuasaan Belanda dan Inggris di Asia tenggara, Belanda yang dianggap tidak menepati janji hingga kapal-kapal Belanda ditenggelamkan di laut Aceh, Belanda yang menduduki daerah Siak akibat adanya perjanjian Siak dan beberapa alasan lain.
Sejak saat itu, perang Aceh terus berkibar hingga kini kita mengenal banyak pahlawan yang gagah berani melawan Belanda di barisan depan dengan taktik perang gerilya antara lain Teuku Umar, Panglima Polem, Cut Nyak Dhien, Teuku Cik Ditiro dan tentu saja seluruh rakyat Aceh.
Namun, taktik licik Belanda yang menyekap anggota keluarga para pejuang, mengasingkan para pemimpin perang semakin memuluskan rencana menguasai Aceh. Apalagi ide Dr. Snouck Hurgronje yang menyamar dan meneliti ketatanegaraan Aceh di daerah pedalaman yang memberikan banyak nasehat pada Belanda hingga akhirnya berhasil menguasai Aceh setelah adanya surat penyerahan kekuasaan Sultan pada Belanda yang mengubah sejarah Aceh.

 Sejarah Aceh era Nasionalisme


Setelah berada dibawah kekuasaan Belanda, Aceh mulai membangkitkan kembali sejarah Aceh yang baru, Cara yang digunakan adalah mengadakan kerja sama dengan daerah-daerah lain di wilayah nusantara yang memiliki berbagai gerakan nasionalis dan diplotik. Organisasi anti Belanda pun bermunculan di Aceh seperti Partai Parindra yang membuka cabang di Aceh hingga para ulama yang mendirikan PUSA.
Saat Jepang mulai menguasai Aceh pada tahun 1942, rakyat Aceh mulai mengharapkan Jepang membebaskan mereka dari kungkungan Belanda. Ternyata, Jepang tak kalah kejam dari Belanda hingga akhirnya menciptakan banyak pergolakan dan peperangan pun pecah tak terelakkan.
Sejarah Aceh terus berubah sejak bergabung menjadi salah satu bagian dari negara Indonesia sejak menjadi Republik Indonesia Serikat hingga kembali menjadi negara kesatuan. Tentunya banyak pihak yang tidak puas dengan hasil tersebut dan berusaha ingin melepaskan diri dari bagian negara Indonesia sejak Indonesia memproklamasikan merdeka.
Sejarah Aceh era modern, GAM atau Gerakan Aceh Merdeka tetap berusaha ingin melepaskan diri dari negara berdaulat Indonesia Raya. Deklarasi yang disebutkan oleh Tengku Hasan Muhammad di Tiro pada tanggal 4 Desember 1976 yang menginginkan rakyat Aceh bebas dari campur tangan pemerintah pusat di Jakarta. Namun sejak tsunami yang menghancurkan Aceh pada 26 Desember 2004 yang lalu mulai mengubah sejarah Aceh.
Pada tahun 2005, GAM dan Indonesia telah sepakat menandatangani perjanjian damai hingga saat ini. Rakyat Aceh pun berhak mengatur pemerintah sendiri seperti yang tertuang dalam isi perjanjian. Aceh pun tetap menjadi bagian dari negara kesatuan republik Indonesia. Itulah sejarak Aceh sejak jaman dahulu hingga akhirnya menjadi salah satu propinsi istimewa di Indonesia.

Sumber

https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Aceh#Sejarah_awal

Mungkin yang kamu cari juga : artikel sejarah aceh, artikel tentang sejarah aceh, sejarah aceh besar, sejarah aceh dan indonesia,
Post a Comment