LEARN SEJARAH. Belajar sejarah dan manfaat sejarah adalah membangkitkan semangat kesatuan.

Sejarah Bali Singkat (Lengkap)


SEJARAH BALI

Sejarah Bali - Kilas balik perkembangan sejarah Bali yang notabene dihuni oleh masyarakat yang memiliki beragam kepercayaan ini sudah selayaknya untuk diungkap. Dalam hal ini, pulau bali yang menyimpan pesona indah alamnya ternyata juga mengisahkan peristiwa yang cukup memilukan yang disertai dengan perjuangan. Berikut ini sejarah Bali yang layak untuk anda ketahui.

Bali Pada Masa Prasejarah


Terkait dengan sejarah Bali yang ternyata telah ada sejak zaman prasejarah, hal ini tentunya sangat berkaitan erat dengan masyarakatnya yang tidak mengenal tulisan, sehingga mereka belum bisa membuat suatu riwayat yang terjadi pada saat itu. Namun demikian, deretan penelitian yang dilakukan untuk mengungkap sejarah Bali terus dilakukan dengan bantuan Ilmuwan Belanda serta para ahli sejarah Indonesia hingga akhirnya di tahun 1705, Georg Eberhard Rumpf menuliskan sebuah buku yang berjudul Amboinsche Reteitkamer yang mengisahkan masa kuno masyarakat Bali.

http://www.learnsejarah.com/2017/07/tanah-perumahan-kilas-balik-sejarah.html
SEJARAH BALI

Selanjutnya, penelitian terkait dengan masa prasejarah juga dilakukan oleh pihak W.O.J Nieuwenkamp yang notabene telah berhasil memunculkan catatan terkait dengan Trunyan, Nekara Pajeng dan juga Pura Bukit Penulisan pada tahun 1906 dan dilanjutkan oleh K.C. Crucq dengan temuannya berupa tiga bagian terpisah nekara Pujang yang ada di Tegallalang.

Selanjutnya, sejarah Bali juga berhasil dipublikasikan dalam sebuah buku yang berjudul Sarcopagus on Bali pada tahun 1954 oleh Dr H.A.R van Heekeren. Kemudian dilanjutkan dengan penelitian ahli sejarah Indonesia tahun 1963 yang bernama Drs. R.P Soejono dengan melakukan penggalian pada tahun 1973, 1974, 1984 dan 1985. Dari penggalian tersebut ditemukan berbagai benda yang berada di Teluk Gilimanuk yang konon adalah perkampungan nelayan pada zaman perundagian.

 Masa Berburu Dengan Makanan Sederhana


Dalam sejarah Bali pada masa ini, dikatakan bahwa pada masa berburu demi mempertahankan suatu kehidupan, bisa dikatakan bahwa hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan berbagai benda bersejarah pada tahun 1960 yang mencangkup kapak berimbas, kapak genggam hingga serut yang keseluruhannya terbuat dari batu. Saat ini keseluruhan alat tersebut di simpan di Museum Gedong Arca yang berlokasi di Bedulu, Gianyar.

Sayangnya, sejarah Bali tentang zaman prasejarah belum terungkap sepenuhnya, sehingga sebagai pedoman dijadikannya patokan berupa bukti prasejarah yang ditemukan di Pacitan. Dalam hal ini, dikatakan bahwa pada masa yang sama, penduduk Bali saat itu menggunakan alat bantu pertahanan hidup yang sama dengan jenis manusia yang diperkirakan tinggal di Bali serupa dengan manusia purba yang ditemukan di Pacitan yaitu Pithecanthropus Erectus beserta keturunan.

Masa Berburu Dengan Makanan Tingkat Lanjut


Untuk selanjutnya, sejarah Bali terus berlangsung dengan adanya perkembangan zaman di mana pada saat itu, ditemukan berbagai alat pertahanan diri yang ternyata dibuat dengan memanfaatkan tulang belulang serta kulit kerang dan tidak ketinggalan pula batu. Beberapa bukti sejarah Bali tersebut telah sukses ditemukan di wilayah Gua Selonding, Pecatu atau tepatnya di pegunungan gamping yang berlokasi di semenanjung Benoa pada tahun 1961. Dalam penelitian di lokasi tersebut juga ditemukan beberapa serut yang berasal dari batu ataupun alat pipih serta beberapa lencipan muduk yang memiliki ujung sepanjang 5 cm.

 Masa Bercocok Tanam


Terkait dengan masa bercocok tanam yang terjadi pada zaman neolitik ini, sejarah Bali mengungkapkan bahwa pada zaman tersebut perkembangan manusia dalam mencukupi kebutuhan hidup berkembang sangatlah pesat. Dikaitkan dengan sejarah Bali, disebutkan bahwa kapak batu persegi dengan beberapa perlengkapan sejenis menunjukkan adanya masa bercocok tanam

Masa Perundagian


Di zama neolitik ini, setiap manusia akan bertahan hidup pada lokasi tertentu dengan berusaha untuk meningkatkan kualitas hidupnya dengan berbagai cara. Dalam hal ini, sejarah Bali mencatat bahwa beberapa penemuan rangka yang salah satunya ada di Gilimanuk menyebutkan bahwa menurut kerangka yang ditemukan, penduduk yang menghuni pulau Bali tersebut adalah suku mongoloid. Selain itu, ditemukan dari sisa kerangka tersebut bahwa sebagian besar orang pada zaman dahulu mengalami permasalahan kesehatan yang berupa encok serta penyakit gigi.

Selanjutnya, terkait dengan tradisi penguburan mayat ternyata juga terjadi di Bali dengan ditemukannya suatu peti mati yang memiliki jumlah tulang belulang sebanyak 100 buah baik itu lengkap ataupun tidak lengkap. Peti mati yang selanjutnya dikenal dengan sebutan sarkofagus ini dibuat dari bahan yang berupa batu padas. Sedangkan untuk penguburannya digunakan tempayan seperti halnya yang ditemukan oleh ilmuwan di wilayah Jembrana.

Pada zaman megalitik, kaitannya dengan sejarah Bali juga ditemukan beberapa penemuan yang berupa bangunan yang terbuat dari batu besar dengan permukaan dibuat menyerupai suatu bentuk tertentu. Salah satu temuan yang ada adalah menhir atau batu berdiri yang terdapat di Pura Ratu Gede Pancering Jagad yang berlokasi di Trunyan. Bahkan, di pura ini juga ditemukan sebuah arca setinggi 4 meter. Untuk kebudayaan juga ditemukan di Sembiran, Trunyan hingga Tenganan yang keseluruhannya ini dalam bentuk pura yang hingga saat ini dibuat berundak sebagai bagian dari media untuk ibadah.

Uniknya lagi, ada sebuah acara wanita yang menonjolkan sisi alat kelaminnya sebagai bagian dari nilai kesuburan yang terdapat di lokasi Pura Panataran Jro Agung. Jenis bangunan yang disebut menhir ini telah menjadi saksi bisu perkembangan sejarah Bali hingga akhirnya masuklah agama Hindu di kalangan masyarakat.




Mungkin yang kamu cari dalam artikel ini : artikel sejarah bali, makalah sejarah bali, sejarah bali di indonesia, sejarah bali dwipa, sejarah bali hindu, sejarah bali singkat
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sejarah Bali Singkat (Lengkap)

0 komentar: