LEARN SEJARAH. Belajar sejarah dan manfaat sejarah adalah membangkitkan semangat kesatuan.

Asal Mula Peringatan Maulid Nabi di Indonesia

SEJARAH MAULID NABI


Ya, setiap tahun pasti diperingati acara Grebeg Maulud atau peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW di setiap daerah bahkan sekolah-sekolah berbagai tingkatanpun di Indonesia. Acara yang diadakan pun cukup meriah bahkan ada berbagai macam lomba keagamaan yang diadakan seperti lomba MTQ, pidato, shalawat Nabi, kajian agama Islam dan lain-lain.

Ternyata dalam ilmu agama Islam sendiri, ajaran Grebeg Maulid Nabi tidak ada dalilnya. Namun, seluruh umat muslim di dunia merayakan khususnya masyarakat Islam di Indonesia yang notabene adalah penduduk muslim terbesar di dunia. Nah, sebenarnya bagaimana sejarah Maulid Nabi mengakar budaya di seluruh dunia dan juga nusantara?

SEJARAH MAULID NABI


Awal sejarah maulid nabi 

Tradisi memperingati kelahiran Nabi pada tanggal 12 Rabiulawal atau sejarah Maulid Nabi pertama kali terjadi setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Peringatan tersebut pertama kali diadakan oleh Raja Irbil yang berada di kawasan Irak sekarang ini yaitu Muzhaffarudin Al-Kaukabri pada abad ke 7 Hijriah. Beliau mengundang seluruh rakyat dan ulama untuk berkumpul merayakan hari besar tersebut dengan menyembelih ribuan kambing dan unta.

Para kaum ulama yang alim dan memiliki keluasan ilmu pun membenarkan kegiatan tersebut karena menganggap hal tersebut adalah hal yang baik. Kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah cahaya Islam yang menerangi alam semesta dan pantas dirayakan dengan hal yang baik pula. Ada pula yang berpendapat bahwa sejarah Maulid Nabi dimulai dari perayaan yang diadakan oleh Sultan Salahudin Al-Ayyubi.

Sultan Salahudin Al-Ayyubi adalah orang paling berpengaruh pada masa itu dan menyerukan banyak orang untuk merayakan Maulid Nabi yang bertujuan membangkitkan semangat kaum muslim untuk melakukan jihad di barisan paling depan melawan kaum kafir pada masa perang Salib berlangsung. Sultan Salahdudin Al-Ayyubi sendiri hidup pada jaman 1193 Masehi yang dianggap mengawali sejarah Maulid Nabi.

Itulah sejarah Maulid Nabi pada awal masa kebangkitan Islam hingga akhirnya agama Islam disebarkan di seluruh dunia oleh para pedagang yang melakukan perdagangan hingga ke pelosok dunia. Sejarah Maulid Nabi tersebut terbawa hingga menciptakan berbagai macam tradisi unik salah satunya di negeri kita tercinta, Indonesia.

Sejarah tradisi Maulid Nabi di Indonesia


Seiring perkembangan masa, agama Islam terus menyebar ke bumi nusantara yang dibawa oleh para pedagang Arab yang memanfaatkan jalur perdagangan sebagai media dakwah menyebarkan agama Islam hingga membawa sejarah Maulid Nabi di Indonesia. Perkawinan pedagang arab dengan pribumi juga membuat penyebaran agama Islam semakin mudah dilakukan. Tak heran jika agama Islam kemudian menjadi semakin berkembang di Indonesia yang pada saat itu menganut agama Budha dan Hindu serta kepercayaan animisme dinamime.

Satu hal yang paling mencolok sejarah Maulid Nabi adalah adanya tradisi perayaan Grebeg Maulid Nabi yang kerap diadakan oleh keraton Yogyakarta. Ya, sejarah Maulid Nabi yang mulai berkembang sejak jaman dahulu pun ikut berkembang di Indonesia. Perayaan Grebeg Maulid Nabi sendiri menjadi acara yang paling ditunggu masyarakat bahkan mengundang decak kagum para turis yang datang.

Tujuh buah gunungan yang berisi buah-buahan dan hasil panen pun diarak dari keraton Yogyakarta setelah menjalani prosesi pemberkatan dan doa. Para pengawal yang membawa gunungan tersebut pun harus berjuang keras menembus lautan manusia yang berkumpul sejak pagi demi menyaksikan acara ini. Tak peduli panas terik matahari sebab acara perayaan Grebeg Maulid Nabi dimulai dari pukul 10 pagi.

Arak-arakan gunungan pun akan dibawa melewati tiga lokasi yaitu Masjid Gede Kauman, Puro Pakualaman dan Kepatihan. Di sana, isi gunungan tersebut akan disebar dan diperebutkan banyak orang. Semua orang yang berkumpul pun akan berebut isi dari gunungan tersebut karena percaya bahwa jika mendapatkan sesuatu dari gunungan akan membuatnya mendapat keberkahan yang sama.

Tidak hanya di Yogja saja, sejarah Maulid Nabi pun telah berkembang di berbagai daerah dengan tradisi masing-masing. Seperti sejarah Maulid Nabi di Pulau Madura yang dikenal dengan nama Muludhen yaitu acara memperingati Maulid Nabi dengan pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW lantas diikuti iringan tumpeng buah warna-warni meski sekarang berganti dengan makanan instan dan uang.

Lain lagi dengan Padang Pariaman di Sumatera, Sumatera Barat, yang memiliki pohon bunga Lado atau pohon hias yang berisi uang berbagai nominal. Akhirnya uang sumbangan tersebut akan diberikan untuk pembangunan tempat ibadah umat Islam. Berbeda pula dengan sejarah Maulid Nabi acara Ngalungsur Pusaka di daerah Garut, Jawa Barat, yaitu acara ritual mensucikan benda pusaka Sunan Rohmat atau Kian Santang dalam mendakwahkan agama Islam di Jawa Barat.

Tentu adat istiadat di berbagai daerah lain mewarnai sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW. Lepas bahwa ada anggapan bahwa ajaran tersebut bid’ah namun sebagian ulama menganggap bahwa perayaan Maulid Nabi adalah bukti cinta kasih kepada Rasulullah yang baik.

Sumber
https://id.wikipedia.org/wiki/Maulid_Nabi_Muhammad
http://news.liputan6.com/read/2396356/8-tradisi-unik-perayaan-maulid-nabi-di-nusantara

Mungkin kamu juga mencari : artikel sejarah maulid nabi muhammad saw, jelaskan sejarah maulid nabi, makalah sejarah maulid nabi muhammad saw,
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Asal Mula Peringatan Maulid Nabi di Indonesia

0 komentar: