LEARN SEJARAH. Belajar sejarah dan manfaat sejarah adalah membangkitkan semangat kesatuan.

Upaya Pembebasan Irian Barat

Upaya Pembebasan Irian Barat

Upaya Pembebasan Irian BaratSesuai dengan isi Perundingan KMB, nasin Irian Barat akan ditentukan setahun setelah penyerahan kedaualatan. Namun setelah pengakuan kedaulatan, Irian Barat tak kunjung diserahkan ke Indonesia. Upaya pembebasan Irian Barat dilakukan melalui 2 cara, yaitu melalui diplomasi dan dengan menggunakan senjata dan kekuatan militer.





Upaya Diplomasi

Upaya diplomasi pertama dilakukan pada masa kabinet Natsir tahun 1950. Sayangnya gagal dan sebaliknya Belanda justru Belanda memasukan Irian Barat sebagai wilayah bagian kerajaan Belanda. Upaya diplomasi juga pernah dilakukan pada masa kabinet Sastroamijoyo. Pada masa kabinet ini, masalah Irian Barat pernah dibicarakan di forum PBB. Tak hanya itu, Indonesia juga menjalin hubungan diplomatik dengan negara Asia-Afrika dengan tujuan agar mendapat dukungan dari negara-negara tersebut. Hasilnya pun sangat positif, dan berikut hasilnya :
  1. Saat diselenggarakan Konferensi Pancanegara II (bertempat di Bogor), negara-negara peserta sepakat untuk mendukung Indonesia untuk mendapatkan kembali Irian Barat
  2. Saat KAA (Konferensi Asia Afrika), peserta KAA memberikan pengakuan bahwa Irian Barat adalah bagian dari NKRI
Upaya-upaya ini tidak membuahkan hasil apapun sehingga Pemerintah Indonesia melakukan beberapa langkah berikut:
  • Mengubah hubungan Indonesia yang semula berstatus united states menjadi hubungan biasa
  • Melakukan pembatalan hasil KMB dan menjadikan Irian Barat menjadi Provinsi Baru dengan Sultan Tidore yang bernama Zaenal Abidin Syah sebagai gubernur Irian Barat
  • Diadakannya rapat umum pembebasan Irian Barat
  • Melarang pesawat-pesawat Belanda terbang melewati wilayah NKRI
  •  Menghentikan berbagai kegiatan konsuler Belanda yang ada di Indonesia
  • Pengambil-alihan aset dan modal Belanda yang ada di Indonesia
  • Pembentukan Front Nasional Pembebasan Irian Barat
  • Pemutusan hubungan diplomatik dengan Belanda
  • Melakukan nasionalisasi semua perusahaan Belanda yang ada di Indonesia
Menanggapi berbagai aksi yang dilakukan oleh pemerintah indonesia, Belanda kemudian mendatangkan kapal Induk Karel Doorman ke wilayah Irian Barat. Kemudian pada tahun 1961, situasi semakin memanas setelah masalah Irian Barat kembali menjadi topik pembicaraan di Sidang Majelis Umum PBB. Masing-masing pihak memberikan usul yang berbeda. Indonesia mengusulkan penyerahan Irian Barat dalam waktu secepatnya, sedang Belanda mengusulkan untuk menyerahkan Irian Barat kepada PBB untuk dibentuk Negara Papua. Mendengar usulan dari Belanda tersebut, Pemerintah Indonesia menyimpulkan bahwa Belanda tidak akan menyerahkan Irian Barat kecuali dengan melalui konflik senjata.

Upaya Pembebasan Irian Melalui Pertempuran

Tanggal 9 Desember 1961, Presiden Soekarno, dalam pidatonya, menyampaikan Trikora (Tri Komando Rakyat) yang berisi:
  • Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda
  •  Kibarkan sang Merah Putih di Tanah Irian Barat
  • Bersiap untuk mobilisasi umum untuk mempertahankan kemerdekaan dan persatuan & kesatuan Indonesia
Tak lama setelah itu, pemerintah Indonesia membentuk Komando Madala, yaitu sebuah komando operasi khusus untuk pembebasan Irian Barat dengan Mayjen Soeharto sebagai komandan. Adapun tugas-tugas pokok Komando Mandala antara lain :
  • Membuat perencanaan, persiapan, dan penyelenggaraan operasi militer dengan tujuan untuk merebut kembali Irian Barat. Operasi militer diberi nama Operasi Jaya Wijaya
  • Melakukan serangan terbuka melawan Belanda dengan tujuan untuk menguasai pos-pos penting milik Belanda
  • Melakukan konsolidasi dengan cara memposisikan RI secara mutlak di wilayah irian Barat
Selain itu, tentara-tentara Indonesia juga melancarkan serangan baik dari laut maupun udara seperti Operasi Banteng yang dilancarkan ke wilayah Kaimana dan Fak Fak. Ada juga Operasi Serigala untuk merebut wilayah Sorong dan Teminabuan, Operasi Jatayu dengan target wilayah Sorong, Merauke, dan Kalimantan, Operasi Naga di wilayah Merauke. Pada tanggal 15 Januari tahun 1962, terjadi pertempuran sengit di Laut Arafuru yang melibatkan Angkatan Laut RI dan kapal perusak milik Belanda, Frega. Dalam pertempuran ini, Kapten Wiranto dan Komando Yos Sudarso gugur. Keduanya turut tenggelam bersama kapal perang yang ditumpanginya, Kapal Perang RI Macan Tutul.

Kemudian pada tanggal 19 Agustus 1962, baik Indonesia maupun Belanda sepakat untuk membawa masalah Irian Barat ke sidang Majelis Umum PBB di New York, dan PBB pun memutuskan :
  1. Akan segera dibentuk pemerintahan di bawah naungan PBB dengan nama UNTEA
  2. UNTEA ditenagai oleh orang-orang Indonesia
  3. Tentara RI yang telah berada di Irian Barat diperbolehkan untuk tetap di Irian Barat namun dengan pengawasan PBB
  4. Tentara Belanda perlahan dipulangkan
  5. Tanggal 31 Desember 1962, bendera Merah Putih dikibarkan dan ditempatkan di samping bendera PBB
  6. Paling lambat tanggal 1 Mei 1963, RI secara resmi menerima Irian Barat
  7. Indonesia wajib menyelenggarakan PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat) yang kemudian hasil PEPERA menyebutkan bahwa rakyat Papua menginginkan untuk bergabung dengan RI.
Yang kamu cari terkait dengan artikel ini :
  • upaya pembebasan irian barat melalui diplomasi
  • upaya pembebasan irian barat secara diplomasi
  • alasan upaya diplomasi pembebasan irian barat mengalami kegagalan
  • upaya pembebasan irian barat melalui jalur diplomasi
  • latar belakang upaya pembebasan irian barat
  • latar belakang upaya pembebasan irian barat oleh pemerintah indonesia
  • upaya pemerintah dalam pembebasan irian barat
  • upaya indonesia dalam pembebasan irian barat
  • upaya indonesia pembebasan irian barat
  • mengidentifikasi perjuangan diplomasi dalam upaya pembebasan irian barat
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Upaya Pembebasan Irian Barat

0 komentar: