LEARN SEJARAH. Belajar sejarah dan manfaat sejarah adalah membangkitkan semangat kesatuan.

Perang Dingin: Penyebab dan Dampaknya

Perang Dingin: Penyebab dan Dampaknya -  Perang dingin sebenarnya menggambarkan ketegangan akibat adanya beda pendapat yang terjadi karena ada  kepentingan dan perebutan supremasi serta adanya perbedaaan ideologi antara Blok Timur (Uni Soviet) dan Blok Barat (Negara-negara besar yang dipimpin oleh Amerika Serikat). Berikut sebab-sebab umum terjadinya Perang Dingin :
  1. Amerika menjadi pemenang sejumlah perang yang melibatkan sekutu (Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis). Amerika Serikat turut membantu Negara-negara Eropa Barat ketika sedang memperbaiki perekonomian mereka.
  2. Rusia atau Uni Soviet juga muncul sebagai satu-satunya Negara besar yang mampu menyaingi Amerika Serikat. Rusia juga aktif memberikan bantuan untuk sejumlah Negara-negara Eropa bagian Timur. Saat itu, Rusia diklaim telah mempengaruhi sejumlah Negara di Eropa Timur seperti Albania,Bulgaria, Rumania,Hongaria, Cekoslowakia, dan Polandia sehingga Negara-negara ini berpihak pada Uni Soviet.
  3. Muncul Negara-negara baru (Negara-negara yang baru mendeklrasikan kemerdekaannya) pasca Perang Dunia II dan Negara-negara ini sebagian besar berada di luar Eropa. Hal ini kemudian memicu gap antara Negara-negara maju dan Negara-negara berkembang. Nah, situasi ini kemudian mempengaruhi perkembangan ekonomi dan politik dunia.
http://www.learnsejarah.com/2017/02/perang-dingin-penyebab-dan-dampaknya.html


Selain sebab-sebab umum di atas, ada juga beberapa sebab khusus yang memicu Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur beserta Negara-negara pendukungnya, dan berikut sebab-sebab khususnya:
  1. Adanya keinginan untuk menyebarkan ideologi. Baik Amerika Serikat maupun Uni Soviet memiliki tujuan untuk menyebarkan ideology. Keduanya memiliki ideologi yang berbeda. Keduanya berlomba-lomba menanamkan ideologi masing-masing khususnya kepada Negara-negara berkembang yang notabene masih ‘baru’. Amerika Serikat berpegang pada ideologi liberal-kapitalis, sedangkan Uni Soviet memiliki ideology Sosial-Komunitas.
  2. Amerika Serikat dan Uni Soviet sama-sama memiliki keinginan untuk menjadi penguasa dunia atau sering disebut dengan istilah Negara adikuasa. Keduanya juga memiliki taktik tersendiri untuk ‘mengambil hati’ Negara-negara yang akan dijadikan sekutu. Sebagai contoh, Amerika Serikat berperan aktif sebagai kreditur yang mana ada banyak pinjaman modal yang diberikan kepada Negara-negara berkembang. Berbeda dengan Amerika Serikat, Uni Soviet kerap memberikan bantuan berupa senjata dan tenaga ahli kepada Negara-negara berkembang.
  3. Adanya Pakta Pertahanan yang dibuat oleh masing-masing Negara adikuasa. Amerika Serikat membentuk pakta pertahanan yang disebut North Atlantic Treaty Organization (NATO), sedang pakta pertahanan yang dibentuk oleh Negara Uni Soviet disebut Pakta Warsawa dengan anggota beberapa Negara seperti Bulgaria, Albania, Cekoslowakia, Hongaria, Jerman Timur, Rumania, dan Polandia.

Dibentuknya pakta pertahanan oleh masing-masing Negara adikuasa kemudian justru melahirkan kecurigaan dan salah paham antara Blok Barat dan Blok Timur. Uni Soviet menuduh Amerika Serikat menjalankan dan menyebarkan politik imperialis. Sebaliknya, Amerika Serikat menuduh Rusia telah melakukan hegemoni terhadap Negara-negara demokrasi. Situasi tersebut kemudian memicu konflik dan ketegangan yang terus memanas. Ketegangan semakin parah ketika konflik yang semula hanya berupa konflik ideologi kemudian berubah menjadi persaingan senjata. Konflik yang hingga kini masih berlangsung digadang-gadang disebut sebagai penyebab Perang Dunia III yang entah akan terjadi kapan.

http://www.learnsejarah.com/2017/02/perang-dingin-penyebab-dan-dampaknya.html

Perang Dingin

Perang Dingin mulai tampak pasca berakhirnya Perang Dunia II , tepatnya setelah terjadi perpecahan kekuasaan di Negara Jerman (Jerman Barat dan Jerman Timur). Pembagian wilayah dan kekuasaan di Jerman ini juga diikuti dengan pembagian Kota Berlin, yaitu Kota Berlin Barat dan Kota Berlin Timur. Jerman Barat dan Kota Berlin Barat berada di bawah kekuasaan Amerika Serikat dan Negara-negara sekutu, sedang Jerman Timur dan Kota Berlin Timur dikuasi oleh Uni Soviet. Melihat bahwa paham komunis cepat sekali berkembang, Amerika Serikat dan Negara-negara pendukungnya merasa perlu membendung perkembangan paham komunis dengan cara membentuk strategi Containment Policy. Strategi ini diaplikasikan dengan sering memberikan bantuan baik bantuan modal maupun bantuan senjata ke Negara-negara sasaran guna tidak terpengaruh oleh paham komunis milik Rusia. Doctrine Truman dan Marshall Plan, misalnya, diberikan kepada Turki dan Yunani untuk memerangi para gerilyawan komunis. Di sisi lain, kekalahan Jepang dari Sekutu juga turut menjadi ‘ladang’ perebutan yang melibatkan Blok Barat dan Blok Timur. Kekalahan Jepang dapat menyebabkan wilayah Korea dan Manchuria diduduki oleh Negara Uni Soviet.

Untuk perang dingin dalam beberapa tahun lalu, memang lah penyebab dan dampak perang dingin seperti diatas. Dikemukakan untuk menjadikan argumentasi blok barat dan blok timur agar perang dunia III nantinya akan terjadi. 

Mungkin yang kamu cari : perang dingin 2, perang dingin adalah, perang dingin adalah perang antara, perang dingin antara blok barat dan blok timur, perang dingin artinya, perang dingin beserta gambar, perang dingin dan dampaknya, perang dingin dan faktor penyebab, perang dingin ideologi, perang dingin merupakan contoh interaksi sosial yang bersifat
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Perang Dingin: Penyebab dan Dampaknya

0 komentar: